Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 16 Jul 2025 14:17 WIB ·

Gibran Hilirisasi Kemenyan


Gibran Hilirisasi Kemenyan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan, pentingnya hilirisasi kemenyan sebagai salah  satu komoditas unggulan Indonesia yang selama ini terabaikan. Kemenyan disebut-sebut sama berharganya dengan nikel.

Demikian disampaikan putera sulung Presiden RI ke-7, Jokowi, saat mengungunjungi pusat riset yang sedang dibangun di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara. “Saya pernah bicara itu masalah hilirisasi kemenyan. Banyak yang ketawa, oh kemenyan buat dukun dan lain-lain. (Padahal) salah,” ujar Gibran, dikutip republika co id, Selasa (15/7).

Di jelaskan Gibran, kemenyan memiliki nilai ekonomi tinggi dan sudah sejak lama menjadi salah satu bahan dasar industri parfum dunia. Ia menyebut merek-merek ternama seperti Melvi dan Gucci ditengarai menggunakan kemenyan sebagai salah satu elemen penting dalam produknya.

“Ibu-ibu yang pakai parfum Melvi Gucci dan lain-lain, itu dari kemenyan lo,” katanya.

Namun, ia menyayangkan selama ini Indonesia hanya mengekspor kemenyan dalam bentuk mentah. Karena itu, ia mendorong lahirnya ekosistem hilirisasi komoditas tersebut agar nilai tambahnya bisa dinikmati dalam negeri.

“Kemenyan itu sama berharganya dengan nikel. Tapi dari dulu, sekali lagi, kita dari dulu jualnya jual mentah,” jelasnya.

Untuk menjadikan komoditi unggulan, Gibran menyebut pemerintah telah menyiapkan pusat riset modern di Hubang Hasudutan yang akan mendukung pengembangan dan hilirisasi kemenyan secara ilmiah dan industri. Dimana pusat riset itu akan diresmikan lansung oleh presiden Prabowo Subianto.

“Makanya kita dorong anak-anak muda untuk riset, kita sediakan tempat yang baik untuk riset alat-alat terkini hilirisasi. Ini bukan hanya hilirisasi nikel dan lain-lain. Ada yang namanya hilirisasi kemenyan,” katanya.

Di informasikan, Kemenyan adalah getah (resin) aromatik yang dihasilkan dari beberapa jenis pohon, terutama dari genus Styrax (misalnya Styrax benzoin) dan genus Boswellia (yang menghasilkan kemenyan Arab atau olibanum).

kemenyan telah digunakan selama ribuan tahun. Kemenyan memiliki beragam fungsi di berbagai budaya, seperti dupa dan wewangian. Ini adalah penggunaan yang paling umum. Ketika dibakar, kemenyan mengeluarkan aroma harum yang khas.

Selain untuk ritual keagamaan/spiritual, kemenyan juga merupakan bahan baku dalam industri parfum dan kosmetik.

Di antaranya, merek seperti Gucci (Intense Oud, Guilty Absolute), Dior (Sauvage Elixir), Chanel (Coromandel), hingga Tom Ford (Oud Wood Intense) menjadikan kemenyan sebagai bahan penting yang memberikan karakter smoky, balsamik, dan eksotis, ciri khas parfum-parfum mewah dunia.

Ekspor Kemenyan

Indonesia telah mengekspor kemenyan senilai  US$52 juta atau sekitar Rp847,6 miliar (asumsi kurs Rp16.299 per dolar AS) pada tahun 2024.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kemenyan alami yang diekspor bernama resin dihasilkan dari pohon Styrax Benzoin. Barang itu menjadi diperlukan industri parfum, aromaterapi, makanan, hingga farmasi.

“Ekspor kemenyan kita pada 2024 mencapai 43 ribu ton dengan nilai lebih dari US$52 juta. Sekitar 30 persen masyarakat di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan bergantung hidup dari komoditas ini,” ucap Luhut, dikutip cnnindonesia.

“Inilah sebabnya mengapa kami berencana mulai mengembangkan hilirisasi kemenyan berbasis komunitas,” sambungnya.

Luhut melanjutkan, ekspor kemenyan telah menembus pasar Asia dan Eropa. Namun, Luhut menilai harga di petani masih terlalu rendah. (jr)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Kementerian ESDM : Pengembangan Blok Masela untuk Melindungi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

13 April 2026 - 13:10 WIB

Trending di Ekbis