Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 20 Nov 2025 14:05 WIB ·

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Klarifikasi Soal Perusahaan Tambang


Gubernur Malut Sherly Tjoanda Klarifikasi Soal Perusahaan Tambang Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memberikan penjelasan terbuka terkait kepemilikan sahamnya di beberapa perusahaan pertambangan yang belakangan mendapat perhatian publik. Dalam keterangannya, Sherly menegaskan bahwa kepemilikan tersebut merupakan harta warisan dari almarhum suaminya yang meninggal beberapa tahun lalu.

Menurut Sherly, ia telah melaporkan dan berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memastikan status hukum dan etika atas kepemilikannya terhadap saham tersebut. Berdasarkan penjelasan dari kedua lembaga itu, kata Sherly, kepemilikannya dinyatakan tidak melanggar ketentuan, karena saham tersebut telah dimiliki sebelum ia menjabat sebagai gubernur.

“Saya tetap bisa menjadi pemegang saham, tetapi tidak boleh menjadi pengurus. Karena itu, sebelum dilantik, saya mengundurkan diri dari semua kepengurusan perusahaan,” ujar Sherly saat dihubungi wartawan, kemarin.

Ia juga menjelaskan bahwa saham warisan tersebut telah tercatat sejak 2018, 2020, dan periode sebelumnya, sehingga menurutnya tidak berkaitan dengan jabatan publik yang ia emban saat ini.

Menanggapi pertanyaan mengenai dugaan keterlibatannya dalam penerbitan atau perpanjangan izin usaha pertambangan selama menjabat, Sherly membantah pernah menandatangani dokumen perizinan tersebut.

“Tidak ada. Bahkan saya belum menandatangani satu pun perizinan sejak menjabat sebagai gubernur,” jelasnya.

Sherly menambahkan bahwa sesuai regulasi terbaru, kewenangan penerbitan izin pertambangan berada di pemerintah pusat, melalui kementerian terkait, bukan lagi berada di tingkat pemerintah provinsi.(fin/hmi)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

HUT ke-3 FPRMI, Bernadus Wilson Lumi Ajak Organisasi Pers Bersatu dan Tingkatkan Etika Jurnalistik

18 Juli 2026 - 13:58 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, Menteri PKP Minta BP Tapera Tingkatkan Profesionalisme

17 Juli 2026 - 16:36 WIB

Skandal Proyek Jalan Lebak, AMMCB Tantang Kejari: Berani Tangkap atau Masuk Angin?

17 Juli 2026 - 16:34 WIB

Nusron Wahid Beberkan Rincian Anggaran ATR/BPN 2025 di Depan Komisi II DPR

17 Juli 2026 - 16:31 WIB

Ledakan di Madiun Tewaskan Satu Prajurit, Komisi I DPR Minta Publik Tunggu Hasil Investigasi

17 Juli 2026 - 16:27 WIB

Cak Udin PKB Tegaskan AI Hanya Alat Bantu, Tidak Bisa Gantikan Peran Ulama

17 Juli 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional