Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Pendidikan · 2 Mar 2026 11:31 WIB ·

Kesejahteraan Guru Terancam? Pengamat Minta Pemerintah Tinjau Ulang Dana Makan Bergizi Gratis


Kesejahteraan Guru Terancam? Pengamat Minta Pemerintah Tinjau Ulang Dana Makan Bergizi Gratis Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan setelah sebagian anggarannya disebutkan bersumber dari pos pendidikan dalam APBN. Hal ini dianggap bertentangan dengan amanah Pasal 31 UUD 1945 yang memprioritaskan anggaran pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Koordinator Front Pemuda Madura, Syaiful Bahri, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan negara yang tidak boleh dianggap sekadar angka dalam laporan keuangan.

“Ketika ruang kelas masih kekurangan fasilitas, kesejahteraan guru belum merata, dan kualitas pembelajaran masih timpang, pemotongan atau pengalihan anggaran pendidikan untuk program lain mencerminkan kekeliruan prioritas,” ujar Syaiful Bahri saat melakukan aksi, Jumat (27/2/2026)

Syaiful Bahri menambahkan bahwa konstitusi tidak boleh hanya menjadi simbol, sementara arah kebijakan menjauh dari substansi. Selain persoalan anggaran, di sejumlah daerah juga muncul laporan siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

“Ini menjadi peringatan serius bahwa pelaksanaan program belum sepenuhnya siap dan berisiko jika pengawasan lemah. Program yang seharusnya meningkatkan kualitas generasi muda tidak boleh justru membahayakan keselamatan mereka,” tegasnya.

Menurut dia, dugaan pemotongan porsi, kualitas makanan yang tidak konsisten, hingga persoalan distribusi mempertegas bahwa MBG membutuhkan evaluasi total.

“Sudah saatnya program MBG dihentikan atau setidaknya ditinjau ulang secara menyeluruh dan transparan. Jika benar anggaran pendidikan terpotong untuk membiayai program ini, maka kebijakan tersebut berpotensi merugikan kepentingan jangka panjang bangsa,” jelasnya.

Front Pemuda Madura juga mengajukan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Pusat agar segera hentikan program MBG yang diduga menggerus anggaran pendidikan dan mencederai amanah konstitusi.

“Kembalikan seluruh anggaran pendidikan ke fungsi utamanya untuk memperbaiki kualitas sekolah, kesejahteraan guru, dan fasilitas belajar,” tutur Syaiful.

“melakukan audit total skema anggaran serta pengadaan MBG agar tidak menjadi ruang keuntungan bagi kelompok tertentu; serta menolak segala bentuk kebijakan yang berpotensi memperkaya oligarki dan memastikan uang rakyat digunakan untuk kesejahteraan anak bangsa,” sambung Syaiful.
(Egi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sinergi Pendidikan dan Sosial: Mahasiswa UBP Karawang Sambangi Panti Daarul Hasanah

4 Maret 2026 - 13:19 WIB

Perjuangkan Keadilan Pendidikan, DPRD Banten Dorong MA Swasta Masuk Skema Sekolah Gratis

3 Maret 2026 - 14:42 WIB

Orang Tua dan Siswa Apresiasi Program Sekolah Gratis Gubernur Andra Soni

3 Maret 2026 - 14:39 WIB

Wujudkan Keadilan Pendidikan, LPDP Ajak Keluarga Mampu Berbagi Beban Beasiswa

26 Februari 2026 - 13:38 WIB

Rp4,5 Triliun BOP dan BOS Madrasah Swasta Siap Cair Jelang Lebaran

25 Februari 2026 - 16:18 WIB

Polemik Kewarganegaraan Anak Alumni LPDP, Pemerintah Buka Opsi Evaluasi

25 Februari 2026 - 15:19 WIB

Trending di Pendidikan