JAKARTA | Harian Merdeka
Bank Indonesia (BI) mencatat meningkatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional pada November 2025. Kenaikan tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 124,0, naik dari posisi Oktober 2025 yang sebesar 121,2.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa IKK yang berada di atas level 100 menunjukkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi.
“Peningkatan ini terutama didorong oleh menguatnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK),” ujar Ramdan.
Pada November 2025, IKE tercatat sebesar 111,5, meningkat dari 109,1 pada bulan sebelumnya. Seluruh komponen pembentuk IKE mengalami kenaikan, yakni Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang naik menjadi 121,5 dari 117,1; Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) yang meningkat menjadi 109,4 dari 107,5; serta Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang naik menjadi 103,7 dari 102,6.
Sementara itu, IEK juga meningkat menjadi 136,6 dari 133,4 pada Oktober 2025. Kenaikan ini didorong oleh menguatnya seluruh komponen ekspektasi, yakni Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) sebesar 140,6 dari 138,4; Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) sebesar 135,3 dari 132,0; serta Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) sebesar 133,8 dari 129,6.
Dalam laporan yang sama, BI juga mencatat bahwa rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) berada pada level 74,6 persen pada November 2025, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 74,7 persen.
BI menilai peningkatan keyakinan konsumen tersebut menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi ke depan, terutama terkait potensi penguatan konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.(con/hmi)







