Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 11 Des 2025 15:00 WIB ·

Komdigi Sebut 2.121 Desa Tak Miliki Akses Internet


Komdigi Sebut 2.121 Desa Tak Miliki Akses Internet Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan, sebanyak 2.121 desa di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) belum dialiri internet. Artinya, wilayah itu belum memiliki akses komunikasi dan informasi digital.

“Ada sekitar 2.121 desa yang masih blankspot, artinya 0% coverage selular 4G,” ujar Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Komdigi Fadhilah Mathar di Stasiun Bumi Satelit SATRIA-1, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (10/12).

Ia menyebut, pihaknya berkomitmen menghadirkan internet merata hingga ke pelosok Indonesia. Meski demikian, jenis teknologinya akan disesuaikan setiap desa tergantung jumlah penduduknya.

“Selain desktop analisis, kami juga lihat berdasarkan pantauan satelit, itu tidak semua desa ini berpenghuni atau berpemukiman sehingga ini nanti akan berpengaruh kepada pemilihan teknologi,” ucapnya.

“Misalnya dalam satu desa itu jumlah penduduknya tidak terlalu banyak dan mereka tersentralisasi di suatu tempat, tidak harus teknologinya teknologi seluler, kita bisa memberikan misalnya super wifi karena masih bisa mencakup jumlah penduduk di desa tersebut,” tambahnya.

Dari proyek Satelit Multifungsi Pemerintah (SATRIA-1), sampai 7 Desember 2025 pemerintah telah menghubungkan 30.017 titik layanan publik di seluruh Indonesia termasuk sekolah, Puskesmas, fasilitas pemerintahan dan titik pertahanan-keamanan dengan kecepatan internet up to 10 Mbps/lokasi.

Selain itu, Infrastruktur pendukung proyek SATRIA-1 dilengkapi dengan 11 gateway yang tersebar di Batam, Pontianak, Banjarmasin, Cikarang, Manado, Ambon, Kupang, Manokwari, Timika, Jayapura dan Tarakan yang berfungsi sebagai penghubung utama antara satelit dan jaringan internet nasional.

Sebagai informasi, SATRIA-1 merupakan proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) yang menyediakan satelit berkapasitas 150 Gbps untuk memperkuat konektivitas digital, khususnya di wilayah 3T serta lokasi prioritas layanan publik.

Dengan total investasi sekitar Rp 6,42 triliun dan skema Build-Operate Transfer (BOT), proyek ini dilaksanakan oleh PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) dan Komdigi selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).

Penjaminan turut diberikan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PII sebagai faktor kunci dalam mendorong keberhasilan proyek SATRIA-1 mendapatkan dukungan pembiayaan.

“Lewat dukungan yang kami berikan dalam memberikan penjaminan pemerintah serta capacity building terkait proyek KPBU Satria-1 ini, kami berharap dapat memberikan dampak optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutur Plt Direktur Utama PT PII Andre Permana. (jr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

HUT ke-3 FPRMI, Bernadus Wilson Lumi Ajak Organisasi Pers Bersatu dan Tingkatkan Etika Jurnalistik

18 Juli 2026 - 13:58 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, Menteri PKP Minta BP Tapera Tingkatkan Profesionalisme

17 Juli 2026 - 16:36 WIB

Skandal Proyek Jalan Lebak, AMMCB Tantang Kejari: Berani Tangkap atau Masuk Angin?

17 Juli 2026 - 16:34 WIB

Nusron Wahid Beberkan Rincian Anggaran ATR/BPN 2025 di Depan Komisi II DPR

17 Juli 2026 - 16:31 WIB

Ledakan di Madiun Tewaskan Satu Prajurit, Komisi I DPR Minta Publik Tunggu Hasil Investigasi

17 Juli 2026 - 16:27 WIB

Cak Udin PKB Tegaskan AI Hanya Alat Bantu, Tidak Bisa Gantikan Peran Ulama

17 Juli 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional