JAKARTA | Harian Merdeka
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan kinerja keuangan solid sepanjang Januari–September 2025. Emiten pengembang kawasan terpadu Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 ini mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 62,61% menjadi Rp791,3 miliar, dibandingkan Rp486,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan yang menembus Rp3,09 triliun, naik 48,01% dari Rp2,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau yang akrab disapa Aguan, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan dan laba tak lepas dari tingginya permintaan pada sejumlah proyek unggulan perseroan, seperti Pasir Putih Residences dan Bukit Nirmala.
“Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap proyek-proyek kami, khususnya di kawasan PIK2 yang terus berkembang menjadi destinasi hunian dan bisnis terpadu,” ujar Aguan dalam keterangan resminya, Selasa (4/11).
Meski demikian, marketing sales PANI hingga September 2025 tercatat turun 33% secara tahunan menjadi Rp1,98 triliun, atau sekitar 73% dari target tahunan. Perseroan pun melakukan penyesuaian target pra-penjualan 2025 dari semula Rp5,3 triliun menjadi Rp4,3 triliun.
“Langkah penyesuaian ini kami ambil secara terukur, dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi dan menjaga arah pertumbuhan jangka panjang,” lanjut Aguan.
PANI mencatat mulai adanya perbaikan permintaan pada produk komersial dan kavling tanah komersial pada kuartal III 2025, terutama dari proyek Bizpark PIK2, Rukan Lau Pa Sat, Rukan Marina Bay, serta lahan di kawasan CBD PIK2.
Ke depan, Aguan optimistis momentum positif akan berlanjut seiring beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan Jalan Tol Kataraja pada September 2025, yang diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di kawasan PIK2.
Dari sisi neraca, total aset PANI hingga akhir September 2025 tercatat sebesar Rp49,4 triliun, dengan liabilitas Rp18,7 triliun dan ekuitas Rp30,7 triliun.







