Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 16 Nov 2025 09:44 WIB ·

Langkah Efisiensi Glenny: Benahi Armada, Bukan Tambah Pesawat


Langkah Efisiensi Glenny: Benahi Armada, Bukan Tambah Pesawat Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, mengambil langkah strategis untuk memulihkan kinerja maskapai pelat merah tersebut. Alih-alih memperbesar armada dengan pesawat baru, Glenny memilih fokus pada perbaikan dan optimalisasi pesawat yang sudah dimiliki Garuda.

Dalam konferensi pers di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Kamis (13/11), Glenny mengungkapkan bahwa perseroan sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemesanan empat pesawat baru. Namun, dari total rencana itu baru satu unit yang dibayarkan uang muka, sementara tiga pesawat lainnya resmi ditunda.

“MoU ada empat pesawat, baru satu yang DP. Tiga sisanya kami tunda dulu karena prioritasnya perbaikan armada,” ujar Glenny.

Keputusan ini sekaligus menegaskan arah restrukturisasi Garuda yang terus berlanjut sejak penyelamatan perusahaan melalui dukungan pemerintah dan BPI Danantara. Meski Danantara telah menyetujui penyertaan modal sebesar Rp23,67 triliun, Glenny menegaskan pihaknya tetap berhati-hati dalam mengambil langkah bisnis.

Lulusan Sekolah Pilot Curug dan mantan penerbang TNI AD itu menilai, pembenahan operasional merupakan fondasi utama pemulihan Garuda. Menurutnya, biaya operasional yang tidak efisien selama ini menjadi beban besar perusahaan.

“Kalau tidak diperbaiki, biaya tetap jalan terus,” kata Glenny.

Ia memperkirakan proses pemulihan menyeluruh akan membutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga Garuda kembali mampu membukukan laba.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menambahkan bahwa seluruh rencana ekspansi armada kini tengah dihitung ulang. Apalagi dengan hadirnya Direktur Transformasi, Neil Raymond Mills, evaluasi terhadap armada serta jaringan rute akan dilakukan secara lebih ketat dan terukur.

“Bukan dibatalkan, tapi sebagian akan kami tunda sampai analisisnya final,” jelas Thomas.

Keputusan menunda ekspansi ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Glenny Kairupan, Garuda Indonesia menempatkan stabilitas dan efisiensi sebagai prioritas utama sebelum kembali memperluas sayapnya. Langkah realistis ini diharapkan mampu memperkuat fondasi perusahaan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap maskapai nasional tersebut.(hmi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Kementerian ESDM : Pengembangan Blok Masela untuk Melindungi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

13 April 2026 - 13:10 WIB

Trending di Ekbis