JAKARTA | Harian Merdeka
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, mengambil langkah strategis untuk memulihkan kinerja maskapai pelat merah tersebut. Alih-alih memperbesar armada dengan pesawat baru, Glenny memilih fokus pada perbaikan dan optimalisasi pesawat yang sudah dimiliki Garuda.
Dalam konferensi pers di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Kamis (13/11), Glenny mengungkapkan bahwa perseroan sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemesanan empat pesawat baru. Namun, dari total rencana itu baru satu unit yang dibayarkan uang muka, sementara tiga pesawat lainnya resmi ditunda.
“MoU ada empat pesawat, baru satu yang DP. Tiga sisanya kami tunda dulu karena prioritasnya perbaikan armada,” ujar Glenny.
Keputusan ini sekaligus menegaskan arah restrukturisasi Garuda yang terus berlanjut sejak penyelamatan perusahaan melalui dukungan pemerintah dan BPI Danantara. Meski Danantara telah menyetujui penyertaan modal sebesar Rp23,67 triliun, Glenny menegaskan pihaknya tetap berhati-hati dalam mengambil langkah bisnis.
Lulusan Sekolah Pilot Curug dan mantan penerbang TNI AD itu menilai, pembenahan operasional merupakan fondasi utama pemulihan Garuda. Menurutnya, biaya operasional yang tidak efisien selama ini menjadi beban besar perusahaan.
“Kalau tidak diperbaiki, biaya tetap jalan terus,” kata Glenny.
Ia memperkirakan proses pemulihan menyeluruh akan membutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga Garuda kembali mampu membukukan laba.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menambahkan bahwa seluruh rencana ekspansi armada kini tengah dihitung ulang. Apalagi dengan hadirnya Direktur Transformasi, Neil Raymond Mills, evaluasi terhadap armada serta jaringan rute akan dilakukan secara lebih ketat dan terukur.
“Bukan dibatalkan, tapi sebagian akan kami tunda sampai analisisnya final,” jelas Thomas.
Keputusan menunda ekspansi ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Glenny Kairupan, Garuda Indonesia menempatkan stabilitas dan efisiensi sebagai prioritas utama sebelum kembali memperluas sayapnya. Langkah realistis ini diharapkan mampu memperkuat fondasi perusahaan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap maskapai nasional tersebut.(hmi)







