Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 21 Nov 2025 11:01 WIB ·

Lewati Uji Kelayakan BBM, Pertamina Harus Dukung Bobibos


Lewati Uji Kelayakan BBM, Pertamina Harus Dukung Bobibos Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Sejaki diluncurkanpada awal November 2025, Bobibos menarik perhatian berbagai pihak dan menjadi perbicangan luas di dunia maya, maupun di dunia fana.

Bobibos diklaim sebagai bahan bakar minyak (BBM) berbahan baku jerami, yang menghasilkan BBM baru dengan oktan mencapai RON 98, setara dengan BBM Pertamaxs Turbo.

Bobibos, singkatan dari “Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos”, merupakan terobosan inovasi dari sejumlah anak muda untuk menghasilkan alterantif BBM sebagai energi baru terbarukan (EBT) dengan kualitas tinggi, harga murah dan ramah lingkungan.

Namun, Bobibos masih harus diuji kelayakan sebagai BBM, baik uji laboratorium, maupun uji lapangan.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Madah, Fahmy Radhi mengatakan, uji laboratorium bisa dilakukan oleh Lemigas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menguji RON, kandungan sulfur, emisi dan sebagainya.

“Sedangkan uji lapangan bisa dilakukan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk menguji penggunaan Bobibos pada berbagai jenis kendaraan bermotor dengan mencapai 50.000 KM setiap kendaraan bermotor yang diuji, sesuai dengan standar uji internasional,” kata Fahmy dihubungi Harian Merdeka, Jumat (21/11/2025).

“Setelah lolos kedua uji tersebut, barulah kementerian ESDM mengeluarkan sertifikat layak untuk produksi dan pemasaran secara masal,” ucap Fahmy .

Menurut Fahmy, untuk produksi dan pemasaran masal tentunya dibutuhkan investasi yang tidak kecil dan jaringan distribusi yang luas di seluruh wilayah Indonesia sehingga menyulitkan bagi penemu Bobibos.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, kata Fahmy, Pertamina harus mendukung penuh dengan ikut berinvestasi pada Bobibos, yang sesungguhnya cukup prospektif.

Demikian juga dalam pemasaran, Bobibos sebaiknya menggunakan jaringan distribbusi yang dimiliki oleh Pertamina, baik dalam fasilitas penyimpanan, maupun jaringan SPBU.

Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa tanpa dukungan penuh dari Pertamina akan sangat sulit bagi Bobibos dapat di poroduksi dan dipasarkan secara masal, sehngga Bobibos hanya sekedar mimpi di siang hari bolong.

“Jangan sampai Bobibos bernasib sama dengan blue energi, yang sempat diluncurkan pada saat pemerintahan SBY, namun layu sebelum berkembang,” ujarnya.(Agus Irawan).

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Bahlil Tegaskan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

21 April 2026 - 16:39 WIB

Kenaikan BBM dan Elpiji Nonsubsidi: Raport Merah Bahlil Lahadalia

21 April 2026 - 12:10 WIB

Pengamat : Menteri Perdagangan Pelihara Monopoli, Suburkan Impor Ilegal

20 April 2026 - 13:14 WIB

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Trending di Ekbis