Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 8 Jan 2026 14:19 WIB ·

Lifting Minyak 2025 Tembus Target, Tertinggi dalam 9 Tahun


Lifting Minyak 2025 Tembus Target, Tertinggi dalam 9 Tahun Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan realisasi lifting minyak nasional sepanjang 2025 mencapai 605.300 barel per hari (bph). Capaian tersebut melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar 605.000 bph.

Realisasi lifting minyak tersebut mencakup produksi minyak bumi, natural gas liquid (NGL), serta kondensat.

“Target kita di APBN lifting itu 605.000 bph, itu target dan alhamdulillah, target kita hari ini itu mencapai 605.300 bph atau sama dengan 105% dari target,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Menurut Bahlil, capaian lifting minyak pada 2025 ini menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir. Ia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan di sektor hulu migas.

Sebelumnya, Bahlil telah melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa target lifting minyak sebesar 605.000 barel per hari pada 2025 berhasil tercapai. Laporan tersebut disampaikan dalam acara Retret Kabinet Awal Tahun yang digelar di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, dalam forum retret tersebut Presiden Prabowo secara khusus meminta Menteri ESDM untuk memaparkan laporan produksi minyak nasional.

“Menteri ESDM melaporkan keberhasilan kita mencapai target lifting minyak sesuai target di APBN sebesar 605.000 barel per hari,” kata Prasetyo dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring.

Selain melaporkan capaian 2025, Bahlil juga menyampaikan target lifting minyak untuk tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 610.000 barel per hari. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Prasetyo menyebut pemerintah optimistis target lifting minyak 2026 dapat tercapai melalui berbagai strategi yang telah disiapkan. Salah satu langkah konkret yang ditekankan Presiden Prabowo adalah percepatan lelang wilayah kerja migas.

Oleh karena itu, Prabowo meminta Bahlil agar segera melakukan lelang terhadap 75 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi mulai Februari 2026.

“Kita harap dengan beberapa strategi, termasuk eksplorasi dan penemuan 75 blok minyak baru kita harapkan bulan depan sudah bisa dilelang untuk menambah produksi minyak kita,” ujar Prasetyo.(kay/rhm)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis