JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan realisasi lifting minyak nasional sepanjang 2025 mencapai 605.300 barel per hari (bph). Capaian tersebut melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar 605.000 bph.
Realisasi lifting minyak tersebut mencakup produksi minyak bumi, natural gas liquid (NGL), serta kondensat.
“Target kita di APBN lifting itu 605.000 bph, itu target dan alhamdulillah, target kita hari ini itu mencapai 605.300 bph atau sama dengan 105% dari target,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menurut Bahlil, capaian lifting minyak pada 2025 ini menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir. Ia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan di sektor hulu migas.
Sebelumnya, Bahlil telah melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa target lifting minyak sebesar 605.000 barel per hari pada 2025 berhasil tercapai. Laporan tersebut disampaikan dalam acara Retret Kabinet Awal Tahun yang digelar di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, dalam forum retret tersebut Presiden Prabowo secara khusus meminta Menteri ESDM untuk memaparkan laporan produksi minyak nasional.
“Menteri ESDM melaporkan keberhasilan kita mencapai target lifting minyak sesuai target di APBN sebesar 605.000 barel per hari,” kata Prasetyo dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring.
Selain melaporkan capaian 2025, Bahlil juga menyampaikan target lifting minyak untuk tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 610.000 barel per hari. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Prasetyo menyebut pemerintah optimistis target lifting minyak 2026 dapat tercapai melalui berbagai strategi yang telah disiapkan. Salah satu langkah konkret yang ditekankan Presiden Prabowo adalah percepatan lelang wilayah kerja migas.
Oleh karena itu, Prabowo meminta Bahlil agar segera melakukan lelang terhadap 75 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi mulai Februari 2026.
“Kita harap dengan beberapa strategi, termasuk eksplorasi dan penemuan 75 blok minyak baru kita harapkan bulan depan sudah bisa dilelang untuk menambah produksi minyak kita,” ujar Prasetyo.(kay/rhm)







