Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 3 Jun 2025 14:19 WIB ·

LPS Pastikan Indonesia Tak Alami Krisis Moneter: Early Warning System dan Koordinasi KSSK Jadi Andalan


LPS Pastikan Indonesia Tak Alami Krisis Moneter: Early Warning System dan Koordinasi KSSK Jadi Andalan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia tak akan mengalami krisis moneter seperti yang terjadi tahun 1997-1998.

Hal itu dikarenakan LPS, yang tergabung ke dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan memanfaatkan semua instrumen yang dipunyai, termasuk sistem peringatan dini (early warning system) guna mencegah terjadinya krisis moneter.

“LPS mengembangkan early warning system yang melihat ekonomi kita dari waktu ke waktu dengan detail, termasuk kondisi perbankannya. Sehingga saya kira kecil kemungkinannya akan kecolongan,” ujar di Jakarta, Sabtu (31/5)

Selain itu, KSSK rutin menggelar rapat berkala untuk membahas kondisi moneter, proyeksi, hingga strategi pemerintah.

“Karena kami akan memanfaatkan semua instrumen yang ada di LPS untuk mencegah itu terjadi, termasuk early intervention, termasuk juga melaporkan ke rapat KSSK, apa yang harus kita lakukan kalau memang ancaman itu ada,” ujarnya.

KSSK merupakan lembaga koordinasi antar-otoritas di sektor keuangan Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK).

Komite ini beranggotakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta LPS.

Sebelumnya,  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan pertumbuhan tabungan di perbankan menunjukkan tren naik turun yang wajar, terutama menjelang dan setelah periode libur panjang. Hal ini juga sejalan LPS juga mengumumkan penurunan tingkat bunga penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pertumbuhan tabungan dengan nominal di atas Rp5 miliar tercatat sebesar 4,73 persen.

Sementara itu, pertumbuhan simpanan di bawah Rp500 juta adalah 4,06 persen. Tren pertumbuhan simpanan secara keseluruhan, dari Februari ke April 2025, menunjukkan fluktuasi.

“Dari Maret ke April (tabungan di bawah Rp500 juta) trennya sama, dari Februari 4,46 persen, Maret 4,03 persen, April turun lagi. Trennya di semua level sama. Itu naik turun, naik turun,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers Penetapan TBP LPS, Selasa (27/5/2025). (jr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis