Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 15 Nov 2025 15:05 WIB ·

Menkes “Disentil” NasDem


Menkes “Disentil” NasDem Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Jakarta – Rencana Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk menghapus sistem rujukan berjenjang bagi peserta BPJS Kesehatan mendapat respons dari Komisi IX DPR. Kapoksi Fraksi NasDem sekaligus Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, menyatakan dukungan terhadap upaya perbaikan sistem tersebut, namun mengingatkan potensi penumpukan pasien di rumah sakit (RS) tipe A yang jumlahnya terbatas.

Irma menilai langkah mempercepat proses rujukan merupakan hal positif, tetapi kesiapan fasilitas kesehatan tingkat akhir harus diperhitungkan.
“Jika memang seperti itu tentu kami di Komisi IX bukan sekadar setuju tapi juga pasti memberikan support. By the way, apakah RS tipe A yang berkompeten tersebut mampu menangani semua pasien rujukan tersebut? Itu pertanyaannya,” ujar Irma kepada wartawan, Jumat (14/11).

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan peningkatan kualitas seluruh tipe rumah sakit agar pelayanan tidak terpusat pada RS tipe A saja. Ia menilai kelengkapan alat medis dan ketersediaan SDM menjadi kunci agar pasien bisa ditangani di berbagai tingkatan rumah sakit tanpa harus selalu dirujuk.

“Sebaiknya untuk mengatasi permasalahan waktu tunggu dan pelayanan yang lebih baik, kenapa tidak di semua tipe RS memiliki alat dan SDM yang memadai sehingga tidak perlu harus dirujuk ke RS A yang belum tentu juga dapat ditangani karena terlalu banyaknya pasien yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat tersebut,” kata Irma.

Ia juga mewanti-wanti agar perubahan sistem tidak menimbulkan masalah baru.
“Jangan sampai semua dirujuk ke tipe A sementara penanganannya terbatas, akan bikin gaduh nanti ketika harus antre lagi,” lanjutnya.

Menkes: Rujukan Harus Berbasis Kompetensi

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan keinginan untuk memperbaiki sistem rujukan BPJS Kesehatan agar lebih cepat dan efisien. Ia mencontohkan kasus pasien serangan jantung yang harus melalui RS tipe C terlebih dahulu sebelum mendapat penanganan di RS yang memiliki kemampuan bedah jantung terbuka.

“Kita akan ubah rujukannya berbasis kompetensi. Supaya menghemat BPJS juga,” ujar Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (13/11).

Menurut Budi, penyakit tertentu seharusnya dapat langsung dirujuk ke RS tipe A agar nyawa pasien tidak terancam akibat proses berjenjang.
“Lebih baik dia langsung aja dikasih ke tempat di mana dia bisa dilayani sesuai dengan anamnesa awalnya,” tegasnya.

Rencana reformasi sistem rujukan ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan kesehatan, namun masih perlu penyesuaian agar fasilitas kesehatan di semua tingkat siap menerima pasien sesuai kompetensinya.(ags/hmi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Komdigi Pastikan PP Tunas untuk Lindungi Anak dari Risiko Digital

17 April 2026 - 12:14 WIB

Salak Heritage Club Sambangi MPR RI, Bahas Pelestarian Sejarah

16 April 2026 - 12:11 WIB

Waspada Penipuan, Dirlantas Polri Pastikan Pemutihan Pajak Motor 2026 Gratis Hoaks

16 April 2026 - 11:54 WIB

Jatuh Korban Jiwa di Proyek Karian Dam-Serpong Water, BCW : Usut Tuntas

15 April 2026 - 12:51 WIB

Kasus Sri Rahayu Mengguncang Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana Janji Investigasi

15 April 2026 - 12:48 WIB

Kepala BGN Dadan Tegaskan Pengadaan Barang Secara Transparan

14 April 2026 - 17:00 WIB

Trending di Nasional