Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 16 Des 2025 13:55 WIB ·

Menkes Ungkap Dampak Bencana di Sumatera, Sejumlah Puskesmas Hanyut dan Hilang


Menkes Ungkap Dampak Bencana di Sumatera, Sejumlah Puskesmas Hanyut dan Hilang Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan kondisi fasilitas kesehatan (faskes) pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025), Budi menyebut seluruh rumah sakit yang sempat terdampak kini telah kembali beroperasi, meski sebagian masih dalam kondisi layanan terbatas.

Budi menjelaskan, saat bencana terjadi pada akhir November 2025, sebanyak 41 rumah sakit di Sumatera sempat tidak dapat beroperasi sama sekali akibat kerusakan infrastruktur dan gangguan operasional.

“Pada 26 November lalu, terdapat 41 rumah sakit di Sumatera yang tidak beroperasi. Saat ini, alhamdulillah, seluruhnya sudah mulai beroperasi kembali, meskipun bertahap, ada yang baru membuka IGD terlebih dahulu atau layanan operasi terbatas,” kata Budi dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Ia mencontohkan Rumah Sakit Tanjung Pura di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang sebelumnya terdampak cukup parah dan sempat dikunjungi Presiden. Menurut Budi, rumah sakit tersebut kini telah dibersihkan dan kembali melayani masyarakat, khususnya melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan tindakan operasi terbatas.

“Ke depan, layanan di rumah sakit tersebut akan terus kita tingkatkan agar bisa kembali berjalan secara penuh,” ujarnya.

Selain rumah sakit, Budi juga menyoroti kondisi puskesmas yang terdampak bencana. Dari sekitar 1.000 puskesmas yang tersebar di wilayah Sumatera, sekitar 500 unit dilaporkan mengalami dampak langsung akibat bencana alam.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga pertengahan Desember 2025, sebanyak 414 puskesmas telah kembali beroperasi dan melayani masyarakat. Namun demikian, masih terdapat sekitar 50 puskesmas yang belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan berat.

“Ada puskesmas yang hanyut terbawa banjir, bahkan ada yang hilang sama sekali,” ungkap Budi.

Ia menegaskan, setelah proses pemulihan rumah sakit berjalan, Kementerian Kesehatan akan memfokuskan upaya dalam dua pekan ke depan untuk mengaktifkan kembali puskesmas yang belum beroperasi. Menurutnya, keberadaan puskesmas sangat krusial dalam melayani kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak, baik yang telah kembali ke rumah masing-masing maupun yang masih bertahan di posko pengungsian.

“Puskesmas ini sangat penting untuk melayani masyarakat yang tinggal di rumah-rumah serta sekitar 800 ribu warga yang saat ini berada di posko pengungsian. Kami membutuhkan dukungan agar upaya ini bisa berjalan dengan baik,” kata Budi.

Pemerintah pusat, kata Budi, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia bagi seluruh korban bencana, sekaligus mempercepat pemulihan sistem pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.(Fj)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Curhat Keluarga Pasien soal RSUD Thomsen Nias Ramai di Medsos, Ini Klarifikasi Rumah Sakit

25 Mei 2026 - 12:11 WIB

Dinkes Tangsel Ingatkan Warga Bahaya Penyakit Virus Hantavirus, Perhatikan Lingkungan

18 Mei 2026 - 10:48 WIB

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai

12 Mei 2026 - 17:08 WIB

Benyamin Targetkan Penurunan Stunting Hingga 2027 Harus Tercapai

5 Mei 2026 - 14:56 WIB

PJR Polda Banten Gerak Cepat Evakuasi Balita Kritis ke RS

12 April 2026 - 21:32 WIB

Sinergi Medis: Residen Senior PPDS FK USU Resmi Bertugas di RSUD dr. M. Thomsen Nias

4 Maret 2026 - 14:35 WIB

Trending di Daerah