Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 16 Apr 2025 13:10 WIB ·

Mirip Arena Off Road, Petani di Lebak Andalkan Jalan Rusak untuk Aktivitas Harian


Mirip Arena Off Road, Petani di Lebak Andalkan Jalan Rusak untuk Aktivitas Harian Perbesar

LEBAK | Harian Merdeka


Akses jalan utama di Kampung Pasirgebang, Desa Cisarap, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, masih dalam kondisi rusak parah. Jalan tersebut merupakan jalur penghubung vital menuju Desa Cipedang dan Desa Parungpanjang, namun hingga kini belum tersentuh pembangunan.

Kondisi jalan yang dipenuhi lumpur dan becek saat musim hujan membuat aktivitas masyarakat, khususnya para petani dan pelajar, terganggu. Warga menyebut jalan tersebut layaknya lintasan off road karena permukaannya yang tidak beraspal dan licin.

“Saya ingat sejak masih SD jalan ini sudah rusak, dan sampai sekarang belum pernah diperbaiki. Padahal ini akses utama warga,” kata Badru, warga setempat, saat dihubungi Radarbanten.co.id, Senin (14/4/2025).

Menurutnya, kondisi jalan semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir, terutama di musim hujan. Jalan ini merupakan poros penghubung tiga desa di wilayah tersebut. Ia menambahkan, belum ada pembangunan jalan cor sama sekali di daerah itu.

“Yang lewat jalan ini setiap hari itu petani, pelajar juga. Susah sekali kalau musim hujan. Saya harap pemerintah segera memperhatikan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Wanasalam, Cece Saputra, membenarkan bahwa jalan tersebut merupakan akses penting sekaligus jalur distribusi dari wilayah lumbung pangan Provinsi Banten.

“Kawasan ini adalah lumbung pangan Provinsi Banten. Dalam Musrenbang kemarin, kami sudah sampaikan usulan perbaikannya ke Bappenas,” ungkap Cece.

Ia menambahkan, terbatasnya anggaran pemerintah kabupaten menjadi alasan utama lambatnya pembangunan infrastruktur. Karena itu, pihak kecamatan mendorong pemerintah pusat untuk turun tangan menangani persoalan tersebut.

“Kami minta perhatian dari pemerintah pusat, karena ini menyangkut kesejahteraan petani dan mobilitas warga,” pungkasnya.(RB/Fj)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Kementerian ESDM : Pengembangan Blok Masela untuk Melindungi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

13 April 2026 - 13:10 WIB

Trending di Ekbis