Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 13 Feb 2026 14:48 WIB ·

Nilai Tukar Terganjal Sentimen Global, Dolar AS Tetap di Rp16.800


Nilai Tukar Terganjal Sentimen Global, Dolar AS Tetap di Rp16.800 Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah (IDR) masih bertahan di kisaran Rp16.800 pada perdagangan terbaru, menunjukkan bahwa tekanan terhadap nilai tukar belum mereda meskipun pasar tengah menunggu sejumlah rilis data ekonomi penting.

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pergerakan Dolar AS yang relatif kuat ini masih dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk ekspektasi suku bunga di Amerika Serikat, kondisi pasar keuangan dunia, serta sentimen investor yang cenderung menghindari aset berisiko. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap dolar tetap tinggi.

“Pergerakan dolar terhadap rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh perkembangan di pasar global, terutama ekspektasi kebijakan moneter The Fed dan gejolak pasar keuangan dunia,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, dalam keterangannya.

Onny menjelaskan bahwa kondisi eksternal jelas memainkan peran dominan dalam menentukan arah nilai tukar, sementara kondisi domestik seperti data neraca perdagangan dan surplus transaksi berjalan juga memiliki dampak tersendiri, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong pelemahan dolar secara signifikan.

Menurutnya, di tengah arus modal global yang tidak stabil, investor cenderung mencari aset aman seperti dolar, sehingga kurs USD/IDR masih bergerak di rentang yang relatif tinggi. “Permintaan terhadap dolar masih kuat, sehingga rupiah belum mampu menguat signifikan terhadap dolar,” ujarnya.

Gubernur BI sebelumnya juga pernah menyampaikan bahwa stabilitas nilai tukar merupakan bagian dari komitmen bank sentral untuk menjaga kondisi ekonomi makro tetap sehat. BI mengaku terus memantau perkembangan nilai tukar dan siap melakukan intervensi jika diperlukan untuk meredam gejolak ekstrem yang berpotensi mengganggu stabilitas harga.

“Intinya kami terus memonitor pergerakan dan akan melakukan langkah kebijakan jika memang diperlukan,” ujar Gubernur BI dalam kesempatan terpisah.

Pelaku pasar menyebutkan bahwa sentimen eksternal lainnya seperti penguatan indeks dolar AS, kekhawatiran investor terhadap resesi global, dan keputusan suku bunga acuan Federal Reserve menjadi faktor utama yang membuat dolar berpotensi lebih tinggi terhadap sebagian besar mata uang di kawasan, termasuk rupiah.

Di sisi domestik, sejumlah analis mencatat bahwa data ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan arah yang stabil, namun belum cukup kuat untuk menahan tekanan penguatan dolar yang dipicu faktor global.

Dengan situasi seperti ini, para pelaku pasar cenderung tetap waspada terhadap rilis data ekonomi lanjutan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang bisa memengaruhi sentimen pasar dan arah pergerakan kurs di masa mendatang.(dtf/kay)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Bahlil Tegaskan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

21 April 2026 - 16:39 WIB

Trending di Ekbis