Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 13 Jan 2026 16:01 WIB ·

PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Pengamat Nilai Upaya Jaga Peluang Masuk Kabinet dan Opsi Cawapres 2029


PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Pengamat Nilai Upaya Jaga Peluang Masuk Kabinet dan Opsi Cawapres 2029 Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Keputusan PDI Perjuangan memosisikan diri sebagai partai penyeimbang dinilai bukan sekadar pilihan normatif dalam demokrasi, melainkan strategi politik untuk menjaga akses kekuasaan. Sikap ini dibaca sebagai upaya membuka peluang masuk kabinet pemerintahan Prabowo Subianto, sekaligus merawat ruang tawar menuju kontestasi politik 2029.

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai, gaya oposisi PDIP saat ini memang terlihat tidak setajam pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Kritik tetap disampaikan, namun dengan nada lebih moderat dan diplomatis, disertai upaya menjaga komunikasi politik dengan pemerintah.

Menurut Arifki, pergeseran gaya tersebut mencerminkan perhitungan politik yang lebih pragmatis. PDIP dinilai sengaja menghindari oposisi konfrontatif agar tidak terjebak dalam isolasi politik, sekaligus tetap memiliki posisi tawar dalam dinamika kekuasaan yang terus bergerak.

“Sikap penyeimbang bisa dibaca sebagai upaya PDIP untuk tidak menutup pintu kekuasaan. Tetap kritis, tetapi tidak memosisikan diri sebagai musuh politik permanen,” ujar Arifki kepada wartawan Selasa (13/1/2026).

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic ini menjelaskan, strategi ini relevan dalam konteks konsolidasi awal pemerintahan Prabowo yang masih dinamis. Dengan menjaga relasi politik, PDIP dinilai memiliki peluang masuk kabinet melalui skema reshuffle atau kerja sama politik di tengah perjalanan pemerintahan.

Lebih jauh, Arifki menilai PDIP juga sedang membaca ulang peta kekuatan elite nasional, termasuk dinamika relasi antara Joko Widodo dan SBY, yang sama-sama memiliki pengaruh politik dan jaringan kekuasaan luas. Kedua tokoh tersebut diperkirakan akan memainkan peran penting dalam membaca dan menentukan konfigurasi calon wakil presiden menuju 2029.

“PDIP tentu tidak bisa mengabaikan fakta bahwa relasi SBY dan Jokowi ke depan akan sangat dinamis. Posisi cawapres akan menjadi titik temu kepentingan banyak elite, dan PDIP tampak tidak ingin keluar dari arena itu terlalu dini,” kata Arifki.

Dalam konteks tersebut, sejarah relasi politik antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo juga dinilai menjadi faktor penting. Meski sempat berada di kubu berseberangan, keduanya pernah menjalin duet politik, yang menunjukkan bahwa kerja sama strategis bukan hal asing dalam tradisi PDIP.

“Secara historis, Megawati dan Prabowo pernah berduet. Artinya, secara psikologis dan politis, opsi itu bukan sesuatu yang tabu. Peluang itu tampaknya tidak ingin ditutup PDIP, terutama untuk memberi ruang bagi kadernya di 2029,” ujarnya.

Selain kalkulasi elite, PDIP juga dinilai tengah menjaga basis pemilih pemerintah yang jumlahnya signifikan. Oposisi keras berisiko mengalienasi pemilih moderat dan pragmatis yang cenderung menghindari konflik elite berkepanjangan.

Dengan demikian, keputusan PDIP menjadi partai penyeimbang tidak semata soal etika demokrasi, melainkan bagian dari strategi bertahan dan bernegosiasi dalam peta kekuasaan nasional. Kritik tetap diarahkan pada substansi kebijakan, namun dirancang agar tidak mengunci peluang politik PDIP di masa depan, termasuk dalam konfigurasi Pilpres 2029.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tanggapi Penggeledahan Kantor BGN, Dasco: Kita Serahkan ke Penegak Hukum

3 Juni 2026 - 15:05 WIB

Kritik Istilah ‘Durhaka’ Wakil Bupati Serang, Pengamat: Pakai Aturan Hukum

3 Juni 2026 - 10:43 WIB

Marwan Jafar: Urus Domestik Dulu, Jangan Genit MBG ke Luar Negeri

2 Juni 2026 - 16:38 WIB

Firman Soebagyo Usul Lingkungan Pemda hingga Pusat Rutin Baca Pancasila

2 Juni 2026 - 12:02 WIB

Bli Demer Terima Kunjungan Strategis Fraksi Golkar DPRD Sulsel di Bali

1 Juni 2026 - 13:30 WIB

CBA Soroti Potensi Mark Up Seragam Dinas Rp15,7 Miliar di Kab. Tangerang

1 Juni 2026 - 13:20 WIB

Trending di Politik