Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Ekbis · 13 Feb 2026 16:54 WIB ·

Pegadaian Bantah Kelangkaan, Stok Emas Dipastikan Cukup


Pegadaian Bantah Kelangkaan, Stok Emas Dipastikan Cukup Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan membantah emas langka. Menurut Damar, saat ini terjadi lonjakan minat yang luar biasa dari masyarakat untuk memiliki emas fisik.
Damar mengatakan seluruh produk emas dijalankan Pegadaian menggunakan prinsip underlying aset rasio satu banding satu.

“Jadi, kami sampaikan bahwa prinsip syariah itu harus satu banding satu dan itu kita ambil di Pegadaian. Jadi, Pegadaian ini semua produk emasnya, barangnya udah ada, baru kita jual. Jadi, prinsip satu banding satu itu berlaku,” ujar Damar di Gade Tower, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Damar menilai kelangkaan stok emas tidak hanya terjadi di Pegadaian, tapi juga di galeri atau butik emas lain. Banyak nasabah yang sebelumnya memiliki Tabungan Emas secara digital, kini berbondong-bondong mengajukan cetak fisik.

“Nah, kemarin kenapa ada kelangkaan? Semua fisik (emas) kelangkaan bukan hanya di Pegadaian mungkin di pasar juga kelangkaan dan animo masyarakat untuk mengambil cetak itu yang menurut kami sangat luar biasa minatnya. Yang dari tabungan online menjadikan untuk mencetak fisik,” terang Damar.

Damar menerangkan secara ketersediaan stok emas tersebut sebenarnya ada. Namun, proses mengubah emas batangan besar menjadi ukuran kecil yang diminati masyarakat membutuhkan waktu di pabrik atau percetakan.

“Dan untuk mencetak visi itu tentunya perlu proses dari yang 1 kg atau yang 12 kg dipecah-pecah menjadi setengah gram, satu gram itu butuh prosesnya. Sebenarnya tidak ada kelangkaan, tapi hanya proses pencetakan yang sedikit terlambat,” tambah Damar.

Sebelumnya, dalam unggahan di akun Instagram Pegadaian @pegadaian_id, terjadi lonjakan permintaan emas fisik secara bersamaan berdampak pada antrean proses cetak dan pengambilan emas.

“Saat ini Pegadaian terus mengoptimalkan produksi dan distribusi, dengan target seluruh permintaan tertunda dapat dipenuhi paling lambat akhir Februari 2026,” tulis Pegadaian.

Likuiditas emas nasabah tetap aman dan terjamin. Bagi nasabah yang membutuhkan dana segera, tersedia layanan gadai maupun buyback Tabungan Emas melalui outlet Pegadaian dan aplikasi Tring. Pegadaian mengimbau nasabah untuk tetap tenang, bijak, dan berinvestasi emas sesuai kebutuhan serta profil finansial masing-masing. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tembus Rp3,047 Juta, Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp8.000

10 Maret 2026 - 15:07 WIB

Bapanas Jelaskan Soal Indeks Harga Pangan: Kenaikan Tak Selalu Berarti Melebihi Batas

10 Maret 2026 - 15:04 WIB

Hotel Santika Premiere Bintaro Beri Kejutan Kuliner Lewat Promo Spesial Maret

10 Maret 2026 - 11:17 WIB

KPPU: Kami Tidak Akan Segan Beri Sanksi Jika Ada Permainan Harga Tiket Pesawat

9 Maret 2026 - 15:23 WIB

Momen Humanis: Respons Santai Menkeu Purbaya Saat Diteriaki ‘Minta THR’ oleh Pedagang Tanah Abang

9 Maret 2026 - 15:19 WIB

Bukan Marah, Begini Jawaban Santai Menkeu Purbaya Saat Ditagih THR oleh Pedagang Tanah Abang

9 Maret 2026 - 15:14 WIB

Trending di Ekbis