Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 3 Jul 2025 11:10 WIB ·

Pengemudi Ojol Khawatir Wacana Kenaikan Tarif Bikin Pelanggan Sepi


Pengemudi Ojol Khawatir Wacana Kenaikan Tarif Bikin Pelanggan Sepi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) merasa khawatir terkait wacana kenaikan tarif ojol sebesar 8-15 %. Mereka menilai kebijakan itu berpotensi membuat pelanggan sepi, terlebih aplikator terlibat perang diskon dan promo.

“Ya paling kita khawatir penumpang berkurang, mereka bisa pindah ke transportasi lain atau nyari promo di kompetitor. Kan aplikator juga kasih potongan Rp1.000 per pesanan buat customer,” tutur Dedi (42), salah satu pengemudi ojol, Rabu (2/7)

Menurut Dedi, saat ini pun pendapatan sudah menurun drastis karena promo dan potongan besar dari para aplikator. “Kalau kita kena potongan sampai 20 persen. Kasihan customer juga, sudah dipotong di penggunaan aplikasi,” ujarnya.

Ia juga menyebut perang diskon dan perang tarif antar aplikator membuat para mitra pengemudi berada dalam posisi sulit. “Sekarang aja tarif normal sudah sepi penumpang, sehari cuma bisa dapat satu dua order,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Yogi (25), seorang mahasiswa yang juga menjadi pengemudi ojol paruh waktu. Ia baru mendengar soal wacana kenaikan tarif tersebut, namun mengaku belum tahu dampaknya secara pasti.

“Kalau tarif naik, bisa saja peminat turun. Potongan juga sudah gede, sampai 20 persen. Kadang orderan Rp40 ribu, dipotong tinggal dapat Rp2 ribuan per kilometer,” kata Yogi.

Ia berharap potongan dari aplikator bisa ditekan agar pendapatan pengemudi lebih layak. “Harapannya biaya admin dikurangi. Argo food misalnya, pesanannya Rp10 ribu, tapi pelanggan bayar ongkir Rp19 ribu,” katanya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dampak PIK 2: Ratusan Hektar Sawah Rusak, Pekerja Pakuhaji Ngadu ke DPR

10 April 2026 - 11:36 WIB

Prabowo Instruksikan Pembangunan 100 Kampung Nelayan Target Mei 2026 Selesai

8 April 2026 - 16:04 WIB

BPJPH Dorong Disiplin dan Produktivitas Pegawai dalam Skema WFH

7 April 2026 - 16:33 WIB

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.995 per Dolar AS pada Perdagangan Pagi

6 April 2026 - 11:11 WIB

Usulan WFH Karyawan Swasta Dinilai Dapat Kurangi Konsumsi BBM

2 April 2026 - 15:15 WIB

KKP Siapkan Proyek Tambak Udang Terintegrasi Rp7,2 Triliun di NTT

2 April 2026 - 13:00 WIB

Trending di Ekbis