Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 15 Des 2025 12:09 WIB ·

Pimpinan MPR Dorong Kebijakan Inklusif untuk Wujudkan Keadilan Sosial


Pimpinan MPR Dorong Kebijakan Inklusif untuk Wujudkan Keadilan Sosial Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna menjembatani kesenjangan antara kebijakan inklusif dan implementasinya di lapangan. Upaya tersebut dinilai krusial untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Lestari dalam sebuah siniar bertajuk Peran MPR RI Mengawal Indonesia Menuju Inklusi 2030 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional setiap 3 Desember.

“Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, kami terus berupaya menanamkan pemahaman kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan bahwa kebijakan yang inklusif merupakan hal yang sangat penting,” ujar Lestari, yang akrab disapa Rerie, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Rerie menegaskan, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia merupakan amanah Pancasila yang harus diwujudkan dalam setiap sikap dan kebijakan negara. Oleh karena itu, seluruh kebijakan pembangunan harus memberi manfaat bagi semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas.

Ia menilai, meskipun sejumlah daerah telah menerapkan kebijakan yang ramah bagi kelompok difabel, masih banyak wilayah lain yang dalam praktik pembangunan justru mengabaikan kebutuhan penyandang disabilitas.

Sebagai contoh, Rerie menyoroti masih ditemukannya trotoar maupun gedung fasilitas umum di berbagai kota yang belum aksesibel bagi penyandang disabilitas. Kondisi tersebut mencerminkan masih lemahnya pemahaman terhadap prinsip pembangunan inklusif.

Anggota Komisi X DPR RI itu juga menekankan perlunya peningkatan pemahaman di kalangan pembuat kebijakan dan masyarakat tentang pentingnya melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan. Menurutnya, keberadaan kelompok difabel merupakan bagian dari keberagaman bangsa yang harus dihargai.

“Kesadaran bahwa penyandang disabilitas adalah bagian dari keberagaman bangsa ini harus ditanamkan sejak dini, termasuk melalui pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Rerie menambahkan, pemanfaatan kearifan lokal dalam materi sosialisasi dinilai efektif untuk menyampaikan pesan inklusivitas agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap anak bangsa memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Untuk itu, Rerie mendorong terbangunnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga legislatif, dunia pendidikan, serta masyarakat luas agar Indonesia mampu mewujudkan target sebagai negara yang inklusif pada 2030.(Fj)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis