Jakarta | Harian Merdeka
Polda Metro Jaya buka suara mengenai aliran dana yang diterima mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) sebesar Rp 20 juta. Uang itu disebut beradal dari polisi dan diberikan sebelum melakukan aksi di kawasan Patung Kuda pada pekan lalu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut. Ia justru mempertanyakan polisi yang dimaksud oleh mahasiswa UBK.
“Pastikan dulu agar tidak simpang siur. Bisa jadi beneran polisi atau orang yang mengaku atau mengatasnamakan polisi kan,” kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/6/2026).
Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin, mengaku menerima uang sebesar Rp 20 juta sebelum melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, pekan lalu. Pengakuan itu disampaikan Abdi saat diklarifikasi oleh sejumlah mahasiswa pada Senin (22/6/2026).
Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, mengaku telah memanggil mahasiswa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Menurut dia, mahasiswa itu telah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas telah menerima uang itu dari pihak kepolisian.
“Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp 20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian,” kata dia saat konferensi pers di Gedung Rektorat UBK, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan pengakuan Abdi, Daniel mengatakan, uang tersebut diserahkan pada Senin (15/6/2026) dini hari, sebelum aksi dilakukan pada siang harinya. Uang itu diserahkan agar mahasiswa dari beberapa BEM di UBK tidak menggelar aksi di Istana Negara.
“Dari pengakuan yang bersangkutan, uang tersebut diserahkan pada Senin dini hari menjelang aksi mahasiswa dari beberapa BEM di UBK dengan catatan agar mereka tidak melakukan demonstrasi ke Istana. Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI,” kata dia.
Meski begitu, permintaan untuk berpindah titik aksi itu ditolak oleh mahasiswa. Alhasil, mahasiswa tetap bergerak ke Istana Negara, tapi diadang aparat, sehingga melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada Senin siang. “Jadi mahasiswa tetap pergi ke Istana, meskipun mereka menerima uang tersebut. Itu merupakan pengakuan langsung dari Ketua BEM,” ujar Daniel.
Menurut dia, uang yang diterima Ketua BEM FH UBK itu dibagikan ke sejumlah mahasiswa dan senior kampus. Ia menyebutkan bahwa informasi itu juga telah tersebar di media sosial. “Namun kami juga akan melakukan cross-check kembali. Kami akan memanggil saksi-saksi maupun oknum-oknum yang terlibat dalam proses ini,” kata dia. (Egi)







