JAKARTA | Harian Merdeka
Untuk memberikan dukungan psikologis bagi masyarakat terdampak bencana, terutama potensi banjir yang kerap melanda Jakarta dan sekitarnya,
Polda Metro Jaya menyiagakan tim.
Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya menjelaskan kesiapsiagaan Polda Metro Jaya itu dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan potensi bencana di musim hujan.
“Tim yang disiagakan terdiri dari psikolog, konselor, dan tenaga kebencanaan yang akan diterjunkan langsung ke lokasi terdampak,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.
Adi Putra menjelaskan dukungan pelayanan psikologis menjadi bagian penting dalam pemulihan masyarakat pascabencana.
“Mulai dari tahap Psychological First Aid (PFA) atau bantuan awal psikologi, kemudian pendampingan psikososial, hingga trauma healing bagi korban yang membutuhkan pemulihan lanjutan,” katanya.
Selanjutnya, Bagian Psikologi Polda Metro Jaya juga bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah DKI Jakarta dan Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Himpsi DKI Jakarta.
“Sinergi ini memastikan seluruh kegiatan pelayanan dilakukan secara profesional, beretika, dan sesuai standar keilmuan psikologi kebencanaan. Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga menenangkan dan memulihkan mereka yang terdampak,” katanya.
Melalui semangat “Jaga Lingkungan dan Jaga Warga”, Adi Putra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli, waspada, dan saling membantu dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan, bukan hanya saat menjaga keamanan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan dukungan dan ketenangan,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk hadir bagi masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan fisik tetapi juga memulihkan aspek psikologis pascabencana.(jr)







