Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 1 Agu 2025 13:07 WIB ·

Prabowo akan Tetapkan LPG 3 Kg Satu Harga


Prabowo akan Tetapkan LPG 3 Kg Satu Harga Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto akan menetapkan kebijakan penjualan gas ‘melon’ 3 kg satu harga melalui peraturan presiden. Kebijakan ini akan berlaku dari Sabang hingga Merauke.

Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan itu masih dalam tahap penyusunan. Dia menyebut perumusan aturan itu sedang dikebut.

“Itu juga belum final dan dulunya kan sudah pernah kita bicarakan dan sekarang konsepnya itu nanti di perpres. Nanti kalau sudah perpresnya sudah selesai, baru saya akan sampaikan,” tutur Bahlil di Hutan Kota by Plataran, Jakarta,  dikutip cnnindonesia, Rabu (31/7) malam.

Nantinya, harga LPG 3 kg dari Sabang sampai Merauke, akan sama. Kebijakan ini serupa BBM satu harga yang sudah diterapkan sejak era Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan, kebijakan itu disiapkan agar gas bersubsidi tepat sasaran. Pemerintah hendak mencegah permainan dalam penyaluran LPG bersubsidi.

Pemerintah menyoroti gas LPG 3 kg sering kali dijual di atas harga yang ditetapkan Rp19 ribu. Pemerintah juga menemukan manipulasi gas dari LPG bersubsidi dioplos ke tabung nonsubsidi. “Kita tentukan saja satu harga, supaya jangan ada gerakan tambahan di bawah,” tegas Bahlil.

Semntara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menekankan harga jual LPG nantinya tak akan lagi ditentukan pemerintah daerah masing-masing. Pemerintah pusat mengambil alih kewenangan itu dan menyamaratakan harga jual LPG 3 kg.

“Jadi kan kalau ini dengan adanya kebijakan LPG satu harga untuk LPG tertentu, justru ini akan ada rasa keadilan untuk setiap wilayah, maka ini harga ditetapkan oleh pemerintah. Kalau ini ditetapkan oleh daerah, ya justru ini akan terjadi perbedaan harga,” ucap Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/7).

Sebelumnya, pemerintah mewacanakan sejumlah kebijakan untuk merespons temuan LPG bersubsidi salah sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut sejumlah kebijakan subsidi pemerintah salah sasaran. Dia mencontohkan subsidi LPG 3 kg dengan anggaran Rp87,6 triliun memiliki tingkat salah sasaran 60,6 persen.

Selain itu, subsidi BBM salah sasaran hingga 82 persen. Padahal, kebijakan itu menyedit anggaran Rp26,7 triliun.  (jr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sentimen Positif Rupiah Menguat, Pengamat Apresiasi Langkah Taktis Sufmi Dasco

12 Juni 2026 - 16:17 WIB

Pengamat Transportasi Dukung Pemprov DKI Lakukan Penyesuaian Tarif Transjabodetabek: Rp3.500 Itu Terlalu Murah

12 Juni 2026 - 14:27 WIB

Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Sebaiknya Dolar Dilepas

12 Juni 2026 - 14:16 WIB

Ekonomi Ambles dan Pejabat Korup, Mahasiswa Kosgoro Ancam Reformasi Jilid Dua

12 Juni 2026 - 10:36 WIB

Zulhas: Jumlah SPPG Membengkak, Pemborosan Rp 1 Triliun per Bulan

12 Juni 2026 - 10:30 WIB

Minyakita Dihapus Saat Harga Melejit, Pengamat: Rakyat Miskin Jadi Korban

11 Juni 2026 - 12:52 WIB

Trending di Nasional