Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 9 Okt 2024 14:01 WIB ·

Presiden Jokowi Sebut Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar


Presiden Jokowi Sebut Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden Joko Widodo memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar, bahkan sama besarnya dengan China dan India.

Jokowi menyebut hal itu adalah konsep Abad Asia. Itu adalah tren baru dalam pembangunan ekonomi di dunia.

Abad Asia menandakan pertumbuhan ekonomi yang meningkat di kawasan Asia. Kemajuan yang tadinya ada di negara Barat akan beralih ke Asia.

Ia menuturkan, dengan terjadinya Abad Asia, akan ada tiga negara yang menjadi kekuatan ekonomi baru. Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara tersebut.

“Diprediksi ada 3 ekonomi kekuatan baru di Asia. Ada 3 negara diperkirakan, India, China, Indonesia. Ketiganya ada di Asia,” ujar Jokowi dalam BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC Senayan, Jakarta Pusat, dikutip detikcom, Selasa (8/10).

Namun, untuk menjadi kekuatan ekonomi baru, Jokowi bilang Indonesia, India, dan China butuh melalui banyak tantangan dan syarat-syarat yang perlu dilalui. Salah satunya adalah pelemahan ekonomi dunia dan juga dampak konflik geopolitik yang memanas di mana-mana.

“Tapi hati-hati untuk menuju 3 negara tadi untuk jadi superpower banyak tantangan dan syarat yang perlu dilalui. Dan negara kita harus berani menempuh jalan sendiri, jangan ikuti tren dunia yang geret kita masuk kompetisi yang sulit. Kita ada core competition sendiri apa,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia bisa menyentuh US$ 9.000 atau sekitar Rp140,4 juta per tahun (kurs Rp 15.600) 1 dekade ke depan. Syaratnya adalah pertumbuhan ekonomi harus tinggi, kalau bisa pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8% seperti yang dicanangkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Saat ini pendapatan per kapita di Indonesia memang masih kecil hanya sekitar US$ 5.060 atau sekitar Rp 78,9 juta per tahun. Dalam 5 tahun ke depan bila ekonomi terus tumbuh targetnya pendapatan per kapita bisa mencapai US$ 7.000 atau sekitar Rp 109,2 juta per tahun.

“Saat ini GDP per kapita kita sudah mencapai US$ 5.060 (per tahun) dan kita harapkan 5 tahun ke depan bisa berada di atas US$ 7.000, dan kalau 10 tahun ke depan bisa di atas US$ 9.000,” ungkap Jokowi saat membuka BNI Investor Daily Summit 2024, Selasa (8/10/2024).

“Yang harus kita jaga, asal pertumbuhan ekonomi kita bisa di atas 5% atau sesuai dengan yang disampaikan pak Prabowo bisa capai target 8%, itu lah yang akan mempercepat negara kita masuk menjadi negara maju,” lanjutnya.

Jokowi sendiri percaya diri target ini bisa dicapai, pasalnya sejak saat ini saja Indonesia sudah punya modal dasar pertumbuhan ekonomi yang sangat mumpuni. (jr)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Tangerang Selatan Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Personel Polri yang Gugur dalam Tugas

24 Juni 2026 - 10:40 WIB

Rumah Tani: Sukseskan Makan Bergizi Gratis lewat Penyerapan Hasil Panen Desa

24 Juni 2026 - 10:27 WIB

Amanat Kapolri di Rakernas KSPI: Dorong Penyelesaian Kasus Buruh yang Humanis

23 Juni 2026 - 15:47 WIB

Resmikan Jalan Inpres di Sampang, Presiden Prabowo Janji Naikkan Dana Pembangunan Desa

23 Juni 2026 - 15:39 WIB

Kemendag Jembatani Pelaku Usaha Indonesia dengan Buyer dari Lima Negara, Buka Peluang Ekspor ke Pasar Nontradisional

23 Juni 2026 - 13:28 WIB

Cak Imin: Hanya Muhaimin yang Berani Jujur Bilang PBNU Periode Ini Paling Mundur

23 Juni 2026 - 09:53 WIB

Trending di Nasional