Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 20 Mar 2024 13:35 WIB ·

Presiden Jokowi Setujui HET Beras Premium Rp 14.900


Presiden Jokowi Setujui HET Beras Premium Rp 14.900 Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden Joko Widodo memperpanjang relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium hingga April 2024. Semula relaksasi HET beras premium hanya sampai akhir bulan ini.


“Bapanas juga sampaikan kepada Pak Presiden agar relaksasi harga beras premium yang sebelumnya Rp13.900 ke Rp14.900 kita minta izin dan disetujui untuk diperpanjang 1 bulan ini,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi usai menghadiri ratas di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (19/3).


Ia menjelaskan, perpanjangan tersebut dilakukan agar stok beras di pasar dapat terjaga relaksasinya. “Supaya stok yang ada di market terutama di modern market itu dan outlet itu terjaga mengenai relaksasi harga beras,” jelasnya.


Arief juga menyebut bahwa stok beras di Bulog akan dipertahankan diatas 2 juta ton. Oleh karena itu harus didorong produksi dalam negeri.


“Produksi kita itu memang harus ditingkatkan. Sehingga stok Bulog itu akan di jaga levelnya di atas 2 juta ton. Kalau kemarin sebelumnya 1,2 ini harus di jaga di atas 2 juta ton. Sehingga produksi dalam negeri jadi penting. Jadi kalau tadi pak mentan menyampakan ada benih pupuk pompanisasi itu untuk mendorong produksi dalam negeri,” ungkapnya .


Arief mengungkapkan bahwa pemenuhan stok Bulog tersebut diprioritaskan pada produksi dalam negeri. Dsn pengadaan dari luar negeri, katanya, menjadi alternatif terakhir.


“Ketersediaan itu memprioritaskan produksi dalam negeri. Untuk naikan produksi dalam negeri Pak Mentan sudah jelaskan faktornya apa saja. Kemudian kalau memang dirasakan perlu pengadaan dari luar negeri itu akan dilakukan tapi itu adalah alternatif terakhir,” ungkapnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bunga PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen, Menteri UMKM: Pemerintah Beri Subsidi

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Harga Gas Industri Naik, Menteri ESDM Cari Jalan Tengah Cegah PHK Massal

25 Juni 2026 - 15:05 WIB

Gangguan Selesai, PLN Pastikan Aliran Listrik di Banten Kembali Normal

25 Juni 2026 - 14:32 WIB

Pupuk Indonesia Sukses Ekspor Puluhan Ribu Ton Urea Lewat Skema G2G

25 Juni 2026 - 11:40 WIB

Kemendag Jembatani Pelaku Usaha Indonesia dengan Buyer dari Lima Negara, Buka Peluang Ekspor ke Pasar Nontradisional

23 Juni 2026 - 13:28 WIB

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha

22 Juni 2026 - 14:42 WIB

Trending di Bisnis