Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 7 Agu 2025 13:09 WIB ·

PT IKPP dan DKP3 Tangsel Dorong Kemandirian Ekonomi KWT melalui Inovasi Pertanian


PT IKPP dan DKP3 Tangsel Dorong Kemandirian Ekonomi KWT melalui Inovasi Pertanian Perbesar

SERANG | Harian Merdeka

Al Markaz Komobid Agro Wisata Banten di Kampung Sikuali, Desa Sambilawang, Wariginkurung, Kabupaten Serang menjadi wadah kolaboratif yang mengintegrasikan pendidikan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat.

Sebanyak 16 Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menjadi binaan PT Indah Kiat Tangerang mendapatkan pembekalan terkait peningkatan produksi pertanian melalui metode modern, salah satunya budidaya anggur, semangka dan melon hidroponik.

Sebelum mendapatkan materi, peserta KWT diajak berkeliling untuk melihat budidaya anggur, melon dan semangka di green house di lokasi tersebut.

Bagian Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tangerang, Lili Yulianingsih, mengatakan pihaknya mendorong para anggota KWT agar mampu mandiri secara ekonomi melalui sektor pertanian. “Kami berkomitmen untuk mendampingi KWT di Tangsel agar produksi pertaniannya bisa lebih meningkat. Harapannya mereka tak hanya mampu menanam, tapi juga mengelola hasil panennya secara berkelanjutan,” katanya pada Kamis, (7/8/2025).

Sementara itu, Penyuluh Pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Tangsel, Febri, mengapresiasi dukungan dan kontribusi nyata PT IKPP dalam mendampingi para petani wanita. “PT Indah Kiat Tangerang luar biasa dalam mentransfer ilmu pertanian kepada KWT. Ini sangat penting sebagai bagian dari ketahanan pangan rumah tangga di daerah perkotaan,” tuturnya.

Selain materi teknis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemaparan langsung dari pimpinan Pondok Pesantren Al Markaz, Ustad Amirul Faruk. Dalam sesi tersebut, ia membagikan pengalaman tentang keberhasilan budidaya melon hidroponik yang telah diterapkan di lingkungan pesantren. “Kami ingin menunjukkan bahwa dengan kemauan dan pendampingan yang tepat, pertanian modern bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk santri dan masyarakat sekitar,” terangnya.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan berbasis pesantren mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan terus berlanjut sebagai langkah konkret mewujudkan ketahanan pangan lokal berbasis komunitas.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepala Satpol PP Dahlan : Pemkot Tangsel Berantas Barang Ilegal Lindungi Masyarakat

22 April 2026 - 12:37 WIB

Ka. Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Serahkan SK Kenaikan Pangkat kepada 21 ASN

22 April 2026 - 11:14 WIB

Soal Anggaran Pengadaan IT Rp 1,2 Triliun, kepala BGN Dadan Hidayan Pastikan Transparan

21 April 2026 - 16:57 WIB

Jalan Desa Puluhan Tahun Rusak, Kini Mulus Berkat Program Bang Andra

21 April 2026 - 12:21 WIB

Perketat Kawasan Hukum dan Pengelolaan Anggaran Pemkot Tangsel Gandeng Kejari

17 April 2026 - 12:04 WIB

Sekda Bambang : Pemkot Tangsel Borong BUMD Award 2026 Predikat Bintang 5

14 April 2026 - 16:54 WIB

Trending di Pemerintahan