Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 28 Nov 2025 11:51 WIB ·

Purbaya: Perlambatan Ekonomi, Salah Urus Raker DPR Komisi XI


Purbaya: Perlambatan Ekonomi, Salah Urus Raker DPR Komisi XI Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perlambatan ekonomi Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2025 bukan semata dipicu kondisi global. Ia menilai ada faktor salah urus di dalam negeri yang kini telah diperbaiki pemerintah.

“Kalau dilihat dari sini, perlambatan ekonomi kita sepanjang delapan bulan pertama tahun ini bukan karena global saja. Mungkin bukan karena global, mungkin karena salah urus di dalam yang sudah kita perbaiki,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (27/11).

Purbaya memaparkan, pada kuartal III-2025 ekonomi Indonesia tumbuh 5,04% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang permintaan domestik, kinerja ekspor yang solid, investasi yang tetap tangguh, serta perbaikan belanja pemerintah.

Ia merinci, konsumsi pemerintah pada kuartal III tumbuh 5,49%, sejalan dengan akselerasi belanja negara setelah dua kuartal sebelumnya terkontraksi. Pada kuartal I belanja pemerintah tercatat minus 1,37%, dan kuartal II masih turun 0,33%.

“Di dua triwulan pertama tahun ini pemerintah belanjanya lambat sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi kita. Ini kita perbaiki dan ke depan kita pastikan di triwulan pertama tahun depan kita akan tumbuh terus. Kita akan cegah belanja yang terlambat sehingga ekonomi tetap kuat,” ujarnya.

Selain itu, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari–September 2025 tetap terjaga dengan nilai kumulatif mencapai US$ 33,48 miliar atau tumbuh 50,09% yoy, dengan surplus bulanan sebesar US$ 4,34 miliar. Capaian ini memperpanjang rekor surplus menjadi 65 bulan berturut-turut.

“Walaupun perekonomian dunia bergejolak, pengaruhnya ke ekspor dan neraca perdagangan kita tidak signifikan, bahkan cenderung positif,” kata Purbaya.

Dengan berbagai langkah perbaikan, termasuk penempatan dana pemerintah di perbankan serta stimulus tambahan, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 bisa mencapai 5,6–5,7%. Sementara secara keseluruhan, ekonomi 2025 diperkirakan tumbuh 5,2%.

“Saya expect ekonomi kita akan tumbuh lebih bagus di triwulan IV. Dengan stimulus, kita bisa tumbuh 5,6–5,7%. Kalau itu terjadi, momentum ekonomi kita sudah berbalik ke percepatan,” pungkasnya.(con/hmi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sentimen Positif Rupiah Menguat, Pengamat Apresiasi Langkah Taktis Sufmi Dasco

12 Juni 2026 - 16:17 WIB

Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Sebaiknya Dolar Dilepas

12 Juni 2026 - 14:16 WIB

Ekonomi Ambles dan Pejabat Korup, Mahasiswa Kosgoro Ancam Reformasi Jilid Dua

12 Juni 2026 - 10:36 WIB

Zulhas: Jumlah SPPG Membengkak, Pemborosan Rp 1 Triliun per Bulan

12 Juni 2026 - 10:30 WIB

Minyakita Dihapus Saat Harga Melejit, Pengamat: Rakyat Miskin Jadi Korban

11 Juni 2026 - 12:52 WIB

Bukan Atur WFH, Sekjen Matahukum Minta Istana Bongkar Tata Kelola Energi

11 Juni 2026 - 12:45 WIB

Trending di Nasional