Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 3 Des 2025 12:01 WIB ·

Purbaya Sebut Investasi RI Berantakan, Menteri Rosan: Capaian Investasi, Positif


Purbaya Sebut Investasi RI Berantakan, Menteri Rosan: Capaian Investasi, Positif Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjawab tudingan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang menuding iklim investasi Indonesia kalah dengan negara tetangga. Purbaya menyebut iklim investasi di Tanah Air Berantakan, kalah dari negara Malaysia dan Vietnam .

Terkait tudingan itu, Rosan menyebut dirinya menerima kritikan dan masukan dari Purbaya.  Namun, ia mengaku lebih suka berbicara soal data, yang mana capaian investasi sejauh ini menunjukkan kinerja positif.

Menurut Rosan, periode Januari-September 2025 Indonesia berhasil mendatangkan investasi senilai Rp 1.434 triliun atau 75% dari target tahun ini yang senilai Rp 1.905 triliun. Hal ini sejalan dengan target yang dipasang pemerintah.

“Ya semua masukan-masukan kita selalu terima ya, termasuk dari Menteri Keuangan juga. Tapi kalau saya lebih suka bicara angka dan statistik. Kalau angka dan statistik, kami alhamdulillah, tadi kami juga baru melaporkan, sesuai dengan agendanya, realisasi investasi Januari sampai September ini, sesuai dengan target,” ujar Rosan di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/12).

Ia menjelaskan, pihaknya terus berupaya memperbaiki iklim investasi, salah satunya lewat penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025. PP itu menjadi landasan pemberlakuan fiktif positif dalam perizinan investasi.

Lewat fiktif positif, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bisa menerbitkan izin investasi secara otomatis jika kementerian teknis tidak mengeluarkan izin sesuai waktu yang ditentukan. Rosan menyebut kebijakan ini direspons positif investor dalam dan luar negeri.

“Kalau perizinan itu sudah masuk ke kami, dan kami memberikan kepada Kementerian lain, ada 18 kementerian, dan sudah ada target jangka waktunya, atau service level agreement yang disepakati itu tidak ditepati, otomatis kami bisa mengeluarkan perizinannya,” beber Rosan.

Sebelumnya, Purbaya menilai iklim investasi di Tanah Air masih berantakan. Hal ini membuat Indonesia kalah bersaing dalam mendatangkan investasi dengan negara tetangga.

Ia mencontohkan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), NVIDIA yang memilih Malaysia sebagai tujuan investasi. Padahal jika iklim investasi Indonesia bagus, Purbaya menilai ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih cepat.

“Iklim investasi kita masih berantakan, betul kan? one single one stop service tapi gak kelar-kelar. Kalau gak kita sudah lari ekonominya, investasi udah ngebut sekarang kita sama Vietnam kalah sama Thailand kalah sama Singapura kalah, sama Malaysia kalah dalam hal menarik investasi. Kemarin, NVIDIA sudah pilih Johor dibanding Indonesia. Kita kalah, kita mesti betulkan, ” kata Purbaya dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Park Hyatt, Jakarta (1/12). (jr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis