Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 22 Nov 2025 19:43 WIB ·

Purbaya Tagih Bukti Penindakan Pemain Saham Gorengan


Purbaya Tagih Bukti Penindakan Pemain Saham Gorengan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyoroti praktik perdagangan saham gorengan yang dinilai masih marak terjadi di pasar modal Indonesia. Purbaya menegaskan hingga saat ini belum ada satu pun pelaku yang ditangkap, padahal pemerintah telah menunggu langkah tegas dari otoritas bursa.

Purbaya sebelumnya membuka peluang pemberian insentif untuk pasar modal, namun menegaskan bahwa hal tersebut baru bisa direalisasikan bila Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menertibkan praktik goreng-menggoreng saham.

“Belum bisa dijalankan. Saya belum lihat, berapa ada pemain goreng-goreng yang ditangkap? Ada nggak?” ujarnya di The Westin, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Ia menyatakan, bentuk insentif masih akan dibahas lebih lanjut jika BEI mampu menunjukkan perbaikan nyata. “(Bentuk insentifnya) nanti didiskusikan karena mereka belum beres juga. Nanti kami lihat,” tegasnya.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan memperketat pengawasan aktivitas pasar modal. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga integritas pasar dan melindungi investor.

“Sejalan dengan pesan Menteri Keuangan dalam dialog dengan pasar modal minggu lalu, Bapak Purbaya menegaskan pentingnya meningkatkan kepercayaan masyarakat. Salah satunya dengan memastikan transaksi pasar modal berjalan wajar, teratur, dan efisien,” ujar Inarno di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Ia menambahkan bahwa OJK akan terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan tindakan manipulatif dapat dicegah demi menciptakan iklim investasi yang sehat.(condro)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Bahlil Tegaskan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

21 April 2026 - 16:39 WIB

Trending di Ekbis