Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 10 Apr 2025 14:23 WIB ·

Sekolah Rakyat Jadi Strategi Besar Prabowo untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan: “We Are Ambitious!”


Sekolah Rakyat Jadi Strategi Besar Prabowo untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan: “We Are Ambitious!” Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka


Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan membuka 200 Sekolah Rakyat berasrama dari jenjang SD hingga SMA pada tahun ini, sebagai bagian dari grand strategy pemerintah untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia.

“Anaknya kita sekolahkan. Keluar, dan dia nanti akan angkat orang tuanya keluar dari kemiskinan. That is our strategy. We are ambitious,” ujar Prabowo saat wawancara dengan tujuh jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (6/4/2025).

Prabowo menjelaskan, Sekolah Rakyat ditujukan khusus untuk masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah, yakni desil 9 dan 10. Ia menyebut satu unit sekolah diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp150 miliar.

Pemerintah daerah pun diminta berkontribusi dengan menyediakan lahan minimal seluas 5 hektare, idealnya 20 hektare. “Bupati-bupati mau, iya. Karena mereka tahu ini akan membantu rakyatnya yang paling bawah,” lanjut Prabowo.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan bahwa proses seleksi murid dan guru Sekolah Rakyat akan dimulai April 2025. Saat ini, perencanaan dan petunjuk teknis (juknis) program telah rampung dengan dokumen setebal lebih dari 100 halaman.

“Sudah tuntas. Sekarang kita masuk ke tahap finalisasi konsep dan pelaksanaan. Kalau perencanaannya belum matang, ya tidak boleh langsung aksi,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Salemba, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2025).

Menurutnya, proses seleksi akan melibatkan wawancara keluarga, tes kesehatan, dan administrasi, dengan target agar program ini benar-benar menyasar keluarga miskin ekstrem di sekitar lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan meresmikan 53 Sekolah Rakyat pertama. Untuk mendukung operasionalnya, dibutuhkan lebih dari 1.000 guru, termasuk kepala sekolah dan tenaga pendukung lainnya.

Gus Ipul menjelaskan, guru Sekolah Rakyat dibagi dua kategori, yaitu:
-Guru formal, yang mengajar berdasarkan kurikulum dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
-Guru pendidikan karakter, yang mendampingi siswa dalam membangun nilai-nilai kebangsaan dan integritas.

Para guru yang direkrut umumnya merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari wilayah sekitar sekolah. “Kami juga sudah petakan apakah di sekitar lokasi terdapat keluarga dengan anak usia SD, SMP, atau SMA. Dari situ kita mulai seleksi,” pungkas Gus Ipul. Program Sekolah Rakyat ini diharapkan tidak hanya menjawab tantangan pendidikan, tetapi menjadi jalan keluar jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.(fj/dam)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bagi Hafidz, Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Pemerintah, Tapi Harapan yang Membuat Mimpinya Tetap Hidup

17 Juli 2026 - 16:41 WIB

Ajak Mahasiswa Adaptasi Zaman, M Sarmuji: Pancasila Harus Ditumbuhkan Lewat AI dan Media Sosial

16 Juli 2026 - 13:44 WIB

Gubernur Andra Soni Tegaskan Program Sekolah Gratis Utamakan Mutu Pendidikan

15 Juli 2026 - 11:05 WIB

Soroti Kesenjangan Biaya, Golkar Ungkap Dana BOS SD Masih Jauh dari Kebutuhan Layak

14 Juli 2026 - 13:05 WIB

Polemik SPMB Banten, Imron : Hak Dasar Warga Masuk Sekolah “Banyak Masalah”

13 Juli 2026 - 15:30 WIB

Kegiatan Andra Soni bersama Forkopimda,dalam Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026-2027 di Pendopo Gubernur, (KP3B) Curug, Serang, Rabu (3/6/26).

Gubernur Andra Soni : MTQ Tumbuhkan Kecintaan Al Quran dan Perkuat Persatuan

7 Juli 2026 - 11:31 WIB

Trending di Pendidikan