Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 6 Feb 2026 15:06 WIB ·

Soroti Usulan Oposisi, Habiburokhman Tegaskan Pergantian Kapolri Keliru


Soroti Usulan Oposisi, Habiburokhman Tegaskan Pergantian Kapolri Keliru Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengkritik keras pernyataan sejumlah tokoh oposisi, termasuk Abraham Samad, yang mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai syarat keberhasilan reformasi kepolisian.

​Habiburokhman menilai usulan tersebut tidak berdasar pada kajian ilmiah dan cenderung bersifat tendensius. Menurutnya, reformasi institusi besar seperti Polri tidak bisa hanya disandarkan pada sentimen suka atau tidak suka terhadap individu tertentu.

​”Pernyataan rekan-rekan oposisi itu salah kaprah. Cukup aneh ketika banyak pihak berbicara berdasarkan kajian ilmiah soal reformasi kultural dan institusional, mereka justru datang dengan usul terkait personal. Usulan mereka terasa sangat tendensius, subjektif, dan bersudut pandang sempit,” ujar Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, (Jumat, 6/2/2026).

​Capaian Reformasi Polri
​Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa data di Komisi III DPR RI justru menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit sejak tahun 2021. Ia mencatat adanya penurunan signifikan dalam tingkat represifitas dibandingkan periode-periode sebelumnya.

​”Data kami jelas menunjukkan tingkat represifitas menurun drastis. Polri saat ini juga tercatat sebagai institusi mitra Komisi III yang paling responsif terhadap pengaduan masyarakat. Jadi, reformasi itu sedang berjalan dan dipimpin langsung oleh Kapolri saat ini,” tambahnya.

​Menghormati Hak Prerogatif Presiden
​Habiburokhman juga mengingatkan bahwa pergantian Kapolri merupakan kewenangan konstitusional sepenuhnya di tangan Presiden. Ia meminta pihak luar untuk tidak melakukan intervensi yang dapat mengganggu stabilitas institusi negara.

​”Boleh saja berbeda kepentingan politik, tetapi jangan memberikan tekanan yang salah kaprah kepada Presiden karena bisa melemahkan negara. Saya paham betul karakter Presiden Prabowo; beliau tidak suka bicara soal personal saat membahas hal institusional, dan beliau paling tidak suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depannya,” tegas Habiburokhman.

​Ajakan Persatuan
​Menutup pernyataannya, Habiburokhman mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung keberlanjutan reformasi Polri secara substantif, bukan secara politis.
​”Ayo kita satukan langkah dan bulatkan tekad. Kita dukung reformasi Polri secara kultural demi institusi yang lebih baik, bukan malah sibuk dengan urusan ganti-mengganti personel demi kepentingan politik sesaat,” pungkasnya. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekjen Golkar M. Sarmuji Tekankan Pentingnya Adaptasi bagi Kader Muda AMPG di Era Digital

13 Juli 2026 - 12:30 WIB

Sebut PBNU Perlu Perubahan, Cak Imin Dorong Munculnya Sosok Ketua Umum Baru

13 Juli 2026 - 12:27 WIB

Potret Kebersamaan Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN di Hari Koperasi ke-79

13 Juli 2026 - 12:05 WIB

Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

10 Juli 2026 - 13:31 WIB

PDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Sekjen Golkar: Silakan, Nanti Rakyat yang Menilai!

9 Juli 2026 - 14:10 WIB

PSI Tangsel Bergabungnya Narji Cagur Tambah Kekuatan di Masyarakat

9 Juli 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik