Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 9 Mar 2026 13:45 WIB ·

Stafsus KKP: Jangan Ragu, Masa Depan Pangan Dunia Ada di Laut Indonesia!


Stafsus KKP: Jangan Ragu, Masa Depan Pangan Dunia Ada di Laut Indonesia! Perbesar

TANGSEL | Harian Merdeka

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Pengawasan dan Pengendalian Kebijakan dan Program Prioritas, TB Ardi Januar, menegaskan pentingnya meningkatkan konsumsi ikan di tengah tantangan pangan global di masa depan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) di Yayasan Pendidikan Darul Hikmah Pamulang pada hari Minggu 08/03/26.

Dalam paparannya, TB Ardi Januar menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tantangan besar terkait ketahanan pangan. Berdasarkan berbagai proyeksi global, jumlah penduduk dunia diperkirakan akan mencapai sekitar 10 miliar jiwa pada tahun 2045.

Di sisi lain, menurutnya, lahan daratan yang tersedia untuk produksi pangan semakin terbatas.

“Daratan kita semakin berkurang untuk ditanami karena banyak yang berubah menjadi kawasan pembangunan, perumahan, hingga gedung-gedung. Karena itu, harapan besar kita ke depan ada di laut,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi kelautan yang sangat besar, termasuk dalam menyediakan sumber protein dari ikan.

Namun demikian, ia juga menyoroti bahwa tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih relatif tertinggal dibandingkan beberapa negara tetangga.

Karena itu, sebagai Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, dirinya memiliki misi untuk terus mendorong sosialisasi gerakan makan ikan kepada masyarakat.

“Ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk kesehatan, terutama bagi pertumbuhan anak-anak. Karena itu kami terus mendorong gerakan makan ikan agar semakin membudaya di masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, TB Ardi Januar juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Di hadapan para siswa Yayasan Pendidikan Darul Hikmah, ia sempat mengajukan pertanyaan mengenai program tersebut.

“Program Makan Bergizi Gratis ini harus diteruskan atau tidak?” tanyanya kepada para siswa.

Pertanyaan itu langsung dijawab dengan lantang oleh para siswa yang hadir.

“Lanjutkaaan!” jawab para siswa secara serempak.

Menurut TB Ardi Januar, respons spontan tersebut menunjukkan bahwa program pemenuhan gizi bagi anak-anak mendapat dukungan luas dari generasi muda.

Ia berharap berbagai program peningkatan gizi, termasuk melalui konsumsi ikan, dapat menjadi bagian penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan kuat menuju Indonesia Emas 2045. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dampak PIK 2: Ratusan Hektar Sawah Rusak, Pekerja Pakuhaji Ngadu ke DPR

10 April 2026 - 11:36 WIB

Prabowo Instruksikan Pembangunan 100 Kampung Nelayan Target Mei 2026 Selesai

8 April 2026 - 16:04 WIB

BPJPH Dorong Disiplin dan Produktivitas Pegawai dalam Skema WFH

7 April 2026 - 16:33 WIB

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.995 per Dolar AS pada Perdagangan Pagi

6 April 2026 - 11:11 WIB

Usulan WFH Karyawan Swasta Dinilai Dapat Kurangi Konsumsi BBM

2 April 2026 - 15:15 WIB

KKP Siapkan Proyek Tambak Udang Terintegrasi Rp7,2 Triliun di NTT

2 April 2026 - 13:00 WIB

Trending di Ekbis