JAKARTA | Harian Merdeka
Semangat Advokasi Indonesia (SAI) meminta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umroh RI berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk memastikan warga Indonesia yang menjalankan ibadah umroh aman. Koordinasi ini penting dilakukan agar jamaah umroh Indonesia dibebaskan biaya tinggal selama Saudi belum membuka penerbangan internasionalnya.
“Jamah Indonesia jangan dibebani biaya tambahan akibat Pemerintah Saudi menutup penerbangan internasionalnya,” kata Ketua SAI Ali Yusuf kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Selasa (10/3/2026).
Ali mengatakan bahwa dibebaskan biaya masa tinggal jamaah umroh asal Indonesia selama penerbangan ditutup akibat dampak perang Iran-Israel dan sekutunya AS ini sesui norma hukum internasional responsibility to protect (R2P or RtoP).
“Di dalam hukum Internasional kita mengenal tentang norma responsibility to protect (R2P or RtoP) perlindungan negara terhadap warga negaranya termasuk WNA yang terdampak perang,” katanya.
Ali menuturkan, Indonesia dan Arab Saudi masuk kepada pilar ke III norma ini terkait tanggung jawab kolektif, di mana dua negara harus bekerja sama atau koordinasi melindungi warga negara asing yang terdampak perang.
Ali mengatakan, permintaan ini disampaikan setelah melihat eskali perang Iran dan Israel sekutu AS meningkatkan pada beberapa hari terakhir. Akibat perang ini menyebabkan penerbangan di beberapa negara tertentu dihentikan termasuk Arab Saudi.
Ali mengatakan koordinasi ini perlu dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara saat warganya tertahan di Arab Saudi akibat perang tidak dibebankan biaya tambahan.
“Arab Saudi harus taat Prinsip ini State Responsibility di mana negara setempat (negara penerima (receiving state) wajib melindungi warga negara asing (foreign nationals) yang berada di wilayahnya termasuk bebaskan biaya tambahan akibat kebijakannya,” kata.
Seperti diketahui dari 13 asosiasi haji dan umroh, baru AMPUH, BERITASATU dan HIMPUH yang telah memberikan data jamaah umroh yang diberangkatkan anggotanya masih tertahan di Arab Saudi. Data ini dikeluarkan pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 11.20 WIB.
Berikut rincian data jamaah umroh lintas asosiasi yang tertahan di Arabi Saudi.
- AMPUH – FMA – Ada di hotel Mirnian jedah sdh sejak tgl 1 maret jumlah 49 pack. Status menunggu evakuasi MH
- BERSATHU – HANANIA – Ada di hotel Al Azhar Jeddah, sudah sejak 1 maret jumlah 214. Menunggu Evakuasi dari Emirates
- AMPUH – FMA – ada Hotel rataj in Mekkah di dekat Aziziah sejak tgl 4 maret jumlah 50 pax. Status menunggu jadwal Evakuasi EK. Cancelled flight by EK
- AMPUH – FMA – Hotel grand Almassa tgl 5 jumlah 42 pax. Status cancelled flight by EK. Masih menunggu evakuasi EK
- HIMPUH – PT Alkahfi Amanah Mabruroh, 28 jemaah, status cancelled flight by Emirates (EK). Sejak 2 Mar berada di hotel Diwan Al Asel-Jeddah (biaya mandiri). Menunggu evakuasi EK.
- HIMPUH – PT. Sarfan Inti Travel 38 pax Pesawat Scoot sejak 2 Maret berada di hotel Al Azhar Jeddah (biaya mandiri) besok akan terbang ke Makassar menggunakan pesawat Fly Adel (biaya mandiri).
- HIMPUH – PT. PDA TIGI MAAYA, 32 Jamaah, Status Cancelled Flight by Scoot ( TR ) Sejak 28 Feb berada di Hotel Paradise Elite Jeddah, masih menunggu evakuasi Scoot TR.
- HIMPUH – PT. Siar Haramain International Wisata, 21 Pax, Status Cancel by Etihad tgl 7 – Maret. Posisi jamaah masih di hotel Madinah Concode. TIket Kepulangan confirm beli baru, terbang dengan MH ( MED -KUL – KNO ) tgl 8 maret jam 21.30 Lt.
- HIMPUH – PT. Nabawi Mulia Wisata, 35 Pax, Status Cancel by MH tgl 28 Februari. Posisi jamaah di Jeddah Hotel Mirnian TIket Kepulangan confirm terbang dengan MH (JED – KUL – YIA) Tgl 7 maret.(Agus).







