Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Otomotif · 29 Jul 2025 11:44 WIB ·

Toyota Tekankan Pentingnya Teknologi Mobil Hidrogen di Tengah Tren EV


Toyota Tekankan Pentingnya Teknologi Mobil Hidrogen di Tengah Tren EV Perbesar

TANGERANG | Harian Merdeka

Di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), Toyota justru menekankan bahwa teknologi kendaraan listrik berbasis sel bahan bakar hidrogen (Fuel Cell Electric Vehicle/FCEV) memiliki peran penting untuk mewujudkan masa depan transportasi yang berkelanjutan.

Menurut Toyota, FCEV sangat relevan dikembangkan di negara-negara berkembang seperti Indonesia, terutama dalam jangka panjang. Hal ini diungkapkan oleh Takanori Tawada, Deputy Chief Engineer Toyota Crown FCEV, saat presentasi khusus dalam ajang GIIAS 2025.

Tawada menyatakan bahwa meskipun masyarakat Indonesia mulai familiar dengan kendaraan listrik berbasis baterai, pemahaman mengenai mobil hidrogen masih sangat minim. Padahal, FCEV menyimpan potensi besar berkat keunggulan fleksibilitas hidrogen dalam penyimpanan dan distribusi. Hidrogen bisa dihasilkan dari energi terbarukan seperti panas bumi, angin, dan matahari, dan mudah diangkut, sehingga cocok untuk negara dengan jaringan listrik yang belum sepenuhnya stabil.

Menariknya, ia bahkan menyebut bahwa mobil hidrogen suatu saat bisa digunakan di bulan. Dibandingkan dengan EV konvensional yang harus diisi ulang seperti ponsel, FCEV memproduksi listriknya sendiri secara langsung melalui reaksi kimia dalam sel bahan bakar. Ini menjadikan FCEV seperti pembangkit listrik mini yang bisa langsung digunakan tanpa harus menunggu proses pengisian daya selesai. Dengan demikian, FCEV menawarkan keunggulan dalam hal kepraktisan dan efisiensi waktu pengisian.

Tawada percaya bahwa teknologi ini dapat diimplementasikan di Indonesia, mengingat potensi energi terbarukan yang sangat besar. Menurutnya, FCEV bisa menjadi sarana penyimpanan energi yang dihasilkan dari sumber tersebut. Toyota sendiri telah mengembangkan teknologi FCEV selama lebih dari tiga dekade, mulai dari demonstrasi publik pertama di Osaka pada 1996 hingga peluncuran Toyota Mirai generasi pertama pada 2014.

Seiring waktu, teknologi FCEV milik Toyota terus berkembang. Kini, performanya meningkat hingga 50 kali lipat dibanding model awal, efisiensinya naik 2,4 kali lipat, dan biaya produksinya menurun hingga 1/60 dari sebelumnya. Salah satu model terbaru mereka adalah Toyota Crown FCEV yang diluncurkan pada 2023, dilengkapi tiga tangki hidrogen bertekanan tinggi dan fuel cell untuk menghasilkan listrik.

Sedan ini memiliki output tenaga 134 kW (sekitar 179,5 tenaga kuda) dan torsi 300 Nm, disalurkan melalui motor listrik yang ditunjang baterai lithium-ion berkapasitas 4,0 Ah. Mobil ini sanggup menempuh jarak hingga 820 kilometer hanya dengan pengisian hidrogen selama tiga menit, dan tidak menghasilkan emisi karbon dioksida.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DJKA Turunkan Lokomotif CC300 Tangani Banjir di Jalur KA

19 Januari 2026 - 14:27 WIB

BYD Jadikan Indonesia Basis Produksi Utama

17 Januari 2026 - 14:33 WIB

Kendaraan Listrik Berpotensi Membangun Ekonomi Nasional

24 Desember 2025 - 16:01 WIB

BYD Siapkan SUV Tiga Baris Baru, Jadi Model Terbesar dan Termewah dalam Lini Dynasty

2 Desember 2025 - 14:35 WIB

Mobil Jepang Pakai BBM Etanol 10%

20 November 2025 - 16:39 WIB

Dirjen Hubdat Dorong Digitalisasi Transportasi Darat

2 September 2025 - 13:04 WIB

Trending di Otomotif