Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 19 Sep 2024 10:09 WIB ·

Tupperware Terancam Bangkrut


Tupperware Terancam Bangkrut Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Tupperware Brands (TUP.N) terancam kebangkrutan. Perusahaan ini telah mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Bab 11.

Permohonan tersebut diakukan oleh perusahaan multinasional Amerika yang memproduksi lini produk rumah tangga yang meliputi peralatan dapur, persiapan, wadah penyimpanan, dan produk penyajian untuk dapur dan rumah buntut kerugian kronis yang meningkat imbas buruknya permintaan beberapa tahun belakangan ini.

Perusahaan yang produknya melejit di era 1950-an atau ketika perempuan generasi pascaperang mengadakan “pesta Tupperware” ini juga bangkrut karena kalah dengan para pesaingnya, terutama mereka yang membuat wadah penyimpan lebih murah dan ramah lingkungan.

Seperti dikutip dari Reuters, Tupperware menyatakan permohonan kebangkrutan dilakukan karena perusahaan meragukan kemampuan untuk tetap menjalankan roda bisnis. Keraguan muncul setelah mereka beberapa kali gagal memperbaiki kondisi keuangan karena likuiditas yang bermasalah.

Sementara itu berdasarkan dokumen permohonan kebangkrutan yang mereka ajukan, Tupperware tercatat memiliki aset sebesar US$500 juta-US$1 miliar. Mereka juga memiliki kewajiban US$1 miliar-US$10 miliar.

Dokumen juga mencantumkan jumlah kreditur Tupperware yang mencapai 50.001 dan 100 ribu.

Pada 2023, perusahaan sejatinya telah menyelesaikan perjanjian dengan pemberi pinjaman untuk merestrukturisasi kewajiban utangnya, dan menandatangani bank investasi Moelis & Co untuk membantu mencari alternatif strategis. Tapi itu semua tak cukup menolong Tupperware.

“Selama beberapa tahun terakhir, posisi keuangan perusahaan sangat dipengaruhi oleh lingkungan makroekonomi yang menantang,” kata Chief Executive Officer Laurie Goldman dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan tersebut mengatakan pihaknya bermaksud untuk mendapatkan persetujuan pengadilan untuk terus menjual produknya dan merencanakan proses penjualan untuk bisnis tersebut. (jr)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemendag Jembatani Pelaku Usaha Indonesia dengan Buyer dari Lima Negara, Buka Peluang Ekspor ke Pasar Nontradisional

23 Juni 2026 - 13:28 WIB

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha

22 Juni 2026 - 14:42 WIB

Produk Halal Unggulan Indonesia Unjuk Gigi di Halal Expo Canada 2026

21 Juni 2026 - 21:32 WIB

Pakar Ekonomi : UMKM Harus Siap Bersaing di era Ekonomi Digital Hadapi Persaing Poduk luar

19 Juni 2026 - 16:48 WIB

Saham PSKT Respons Positif Penunjukan Eka Sastra Sebagai Dirut

19 Juni 2026 - 14:58 WIB

Arif Rahman: Kadin Bukan Sekadar Wadah, Harus Jadi Penggerak Ekonomi

19 Juni 2026 - 14:54 WIB

Trending di Bisnis