Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Ekbis · 15 Des 2025 13:44 WIB ·

Utang 141.000 Debitur KUR akan Dihapus


Utang 141.000 Debitur KUR akan Dihapus Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pemerintah sedang menyiapkan paket kebijakan khusus buat debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dalam keadaan kahar (force majeure) karena banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera. Paket kebijakan khusus tersebut berupa restrukturisasi hingga penghapusan kredit.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sekitar 141.000 debitur kredit usaha rakyat (KUR) terdampak bencana dengan kewajiban sisa utang (baki debet) sebesar Rp 7,8 triliun. Dari total tersebut, 63.000 debitur KUR di antaranya berasal dari sektor pertanian dengan baki debet mencapai Rp 3,5 triliun.

“Dari 996.000 debitur KUR di tiga provinsi, diperkirakan 141.000 (debitur) dengan baki debet kira-kira Rp 7,8 triliun. Nah, itu diprediksikan terdampak,” ujar Airlangga dalam acara AEI di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, dikutip.

Pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus untuk memberikan keringanan bagi debitur KUR, melalui penghapusan tagihan kredit, restrukturisasi kredit, hingga penyaluran kredit baru dengan bunga yang sangat rendah.

“Di mana KUR di daerah bencana akan segera dibuatkan regulasi yang tentunya mulai dari penyelesaian penghapusbukuan dan juga restarted KUR dengan bunga yang lebih rendah, khusus di wilayah terdampak,” tambah Airlangga.

Selama masa pemulihan, pemerintah akan memberikan skema bunga kredit nol persen. Setelah masa pemulihan selesai, bunga yang akan dikenakan sangat rendah, yaitu 3%. Padahal bunga KUR saat ini berkisar 6-9%.

“Semua memudahkan karena sebetulnya kan mereka akan diberikan kemudahan untuk tidak membayar cicilan di tahun bencana. Kemudian juga bunganya akan dinolkan. Ke depannya kita akan restart dengan bunga yang lebih rendah 3%,” jelas Airlangga.

Ia memastikan penghapusan tagihan bagi debitur KUR terdampak bencana di Sumatera tidak menggunakan alokasi dana baru dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, melalui skema yang sudah ada, yakni subsidi bunga KUR.

“Enggak (pakai APBN). APBN nanti kita lihat kan kita punya total subsidi bunga. Nah, kan dihitung nanti dari situ berapa,” ujar Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat. (jr)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kuota Impor Daging Ruminansia 2026 Disiapkan, Mentan: Demi Stok Nasional dan Ramadan

23 Januari 2026 - 15:25 WIB

Prabowo Pamer Gebrakan Danantara di Davos: BUMN Dipangkas Drastis, Direksi Asing Diizinkan

23 Januari 2026 - 14:32 WIB

Indonesia Bersiap Lepas Ketergantungan Impor Solar

23 Januari 2026 - 14:24 WIB

Titi Khoiriah: Partisipasi Presiden di WEF 2026 Tingkatkan Kekuatan Ekonomi Nasional

23 Januari 2026 - 13:33 WIB

Hotel Santika Premiere Bintaro Luncurkan Promosi F&B dengan Menu Premium

23 Januari 2026 - 12:24 WIB

Pakar UI: Kawasan Industri Pupuk Fakfak Strategis untuk Transformasi Ekonomi Papua

22 Januari 2026 - 17:19 WIB

Trending di Ekbis