Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 2 Apr 2024 10:09 WIB ·

Waspada, DBD di Jaksel telah Merenggut Jiwa Seorang Warga


Waspada, DBD di Jaksel telah Merenggut Jiwa Seorang Warga Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Selatan telah merenggut korban jiwa seorang warga, karena itulah masyarakat diminta untuk waspada.

“Ada kasus kematian akibat DBD di Kebayoran Lama pada minggu lalu. Jadi, ada satu orang yang meninggal ketika di puskesmas,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan Yudi Dimyati di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, data terakhir yaitu pada 26 Maret 2024 menunjukkan kasus DBD di Jakarta Selatan, mencapai 288 kasus dari 10 kecamatan di daerah itu.

Ia menjelaskan bahwa untuk kasus kematian yang ditemukan terjadi di Kecamatan Kebayoran Lama, yakni ketika pasien datang ke puskesmas sudah mengalami koma dan tiga jam kemudian meninggal dunia.

Yudi mengatakan, pasien sempat mendatangi puskesmas di daerah itu, namun ketika diminta untuk tes laboratorium, pasien memaksa pulang. Tiga hari kemudian pasien datang kembali dengan kondisi koma.

“Datang ke puskesmas dengan kondisi sudah koma, walaupun sebelumnya sudah masuk ke puskesmas. Pas diperiksa ternyata trombosit sudah turun hanya tinggal 40 ribu dari normalnya 150 ribu,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya kasus kematian tersebut, maka petugas langsung melakukan fogging atau pengasapan untuk memberantas nyamuk di daerah yang terdapat kasus positif.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan gerebek pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak dengan menerapkan gerakan 3M plus di tujuh tatanan wilayah tersebut untuk menanggulangi penambahan kasus DBD.

“Jadi, ada SE (surat edaran) Sekda kemarin, mulai hari ini dan ke depan kita akan melakukan kegiatan gerebek PSN,” kata Ani.

Menurut dia, gerebek PSN 3M plus yaitu menguras, menutup, mendaur ulang plus kegiatan lain yang mencegah perkembangbiakan dan gigitan nyamuk aedes aegypti diberbagai tatanan harus terus ditingkatkan.

Terutama kata Ani, yang berada di tujuh tatanan meliputi rumah tangga/permukiman, institusi pendidikan, perkantoran, tempat-tempat umum, tempat penjualan makanan, fasilitas olah raga, dan fasilitas kesehatan.

Menurut dia, sebenarnya dari lima kota dan satu kabupaten yang masuk DKI Jakarta rerata kasus DBD meningkat, baik itu di Jakarta Barat, Timur, Utara, Selatan, Pusat, maupun Kepulauan Seribu.

Akan tetapi kata Ani, daerah yang paling banyak penyebaran kasus DBD hingga tanggal 26 Maret 2024 yaitu Jakarta Barat dengan jumlah kasus mencapai 716, disusul Jakarta Selatan 576, Jakarta Timur 562, Jakarta Utara 262 kasus, Jakarta Pusat 172, dan Kepulauan seribu 18 kasus.(JR)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis

9 Juni 2026 - 15:17 WIB

Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Gandeng Dinkes, WBP Diberi Edukasi Virus Hanta dan Pemeriksaan Kesehatan

9 Juni 2026 - 11:14 WIB

Curhat Keluarga Pasien soal RSUD Thomsen Nias Ramai di Medsos, Ini Klarifikasi Rumah Sakit

25 Mei 2026 - 12:11 WIB

Dinkes Tangsel Ingatkan Warga Bahaya Penyakit Virus Hantavirus, Perhatikan Lingkungan

18 Mei 2026 - 10:48 WIB

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai

12 Mei 2026 - 17:08 WIB

Benyamin Targetkan Penurunan Stunting Hingga 2027 Harus Tercapai

5 Mei 2026 - 14:56 WIB

Trending di Kesehatan