Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 10 Nov 2025 13:45 WIB ·

Wujudkan Ketahanan Energi Melalui Pengembangan Bioenergi


Wujudkan Ketahanan Energi Melalui Pengembangan Bioenergi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Upaya mewujudkan ketahanan energi nasional terus diperkuat melakukan pengembangan energi berbasis bioenergi. Bioenergi bisa menjadi bagian dari strategi transisi energi dan kemandirian bangsa.

Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir mengatakan, bioenergi memiliki potensi besar untuk mendukung target net zero emission (NZE) 2060 sekaligus memperkuat ketahanan energi baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Program biomassa dan bioenergi ini bukan hanya soal bauran energi, tetapi tentang bagaimana Indonesia membangun sistem energi yang tangguh, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat dari hulu hingga hilir,” ujarnya, dkutip okezone com.

Menurutnya, pengembangan bioenergi termasuk program cofiring biomassa di PLTU yang telah terbukti menurunkan emisi karbon tidak hanya di hilir, tetapi juga di sepanjang rantai pasok dari hulu. Progam ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru masyarakat daerah.

Selain itu, PLN EPI terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku usaha untuk memperkuat riset, rantai pasok bahan baku, serta inovasi teknologi rendah karbon.

“Sinergi dengan kampus seperti ITPLN sangat penting agar kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembangnya,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen dan Peneliti bidang energi ITPLN Ali Ahmudi menilai bahwa bioenergi merupakan bentuk energi terbarukan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dia menjelaskan bahwa biomassa dari limbah pertanian, perkebunan, dan sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber listrik dan bahan bakar bersih.

“Bioenergi adalah jembatan menuju ketahanan energi yang inklusif. Di satu sisi, ia mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan di sisi lain memberdayakan masyarakat pedesaan,” ungkap Ali.

Keberhasilan pengembangan bioenergi tidak hanya diukur dari aspek teknis, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkannya. Kolaborasi lintas sektor antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci agar bioenergi benar-benar menjadi pilar ketahanan energi nasional dan masa depan hijau Indonesia. (jr)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sentimen Positif Rupiah Menguat, Pengamat Apresiasi Langkah Taktis Sufmi Dasco

12 Juni 2026 - 16:17 WIB

Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Sebaiknya Dolar Dilepas

12 Juni 2026 - 14:16 WIB

Ekonomi Ambles dan Pejabat Korup, Mahasiswa Kosgoro Ancam Reformasi Jilid Dua

12 Juni 2026 - 10:36 WIB

Zulhas: Jumlah SPPG Membengkak, Pemborosan Rp 1 Triliun per Bulan

12 Juni 2026 - 10:30 WIB

Minyakita Dihapus Saat Harga Melejit, Pengamat: Rakyat Miskin Jadi Korban

11 Juni 2026 - 12:52 WIB

Bukan Atur WFH, Sekjen Matahukum Minta Istana Bongkar Tata Kelola Energi

11 Juni 2026 - 12:45 WIB

Trending di Nasional