Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 8 Okt 2024 13:57 WIB ·

RK Minta “Mahgrib Mengaji” Tak Disalahtafsirkan


RK Minta “Mahgrib Mengaji” Tak Disalahtafsirkan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Calon Gubernur (Cagub) Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK) memberikan klarifikasi terkait program ‘Mahgrib Mengaji’  yang dianggap hanya memprioritaskan satu agama saja di Jakarta. RK meminta program tersebut tak disalahtafsirkan.

“Hanya gara-gara menyebut Maghrib Mengaji, seolah-olah ada deklarasi Jakarta hanya untuk satu agama,” ujar RK di Posko Relawan Rampai Nusantara, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Senin (7/10).

Ia membantah, melalui programitu, pihaknya dengan sengaja memprioritaskan satu agama saja.  Karena RK menjunjung tinggi Pancasila dan nilai-nilai keadilan untuk semua golongan di Jakarta.

“Program-program semuanya harus merata ke semua golongan. Satu-satunya pasangan, boleh cek di KPU (Komisi Pemilihan Umum), yang menuliskan visi misinya, ada tulisan manusia Pancasila hanya pasangan RIDO. Itu artinya kami sangat komit,” ucap dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan program Maghrib Mengaji sebetulnya telah ada di Jakarta sejak kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. RK bilang, dirinya hendak kembali melanjutkan program itu karena memperoleh aspirasi dari warga.

“Yang namanya program Magrib Mengaji adalah program Pak Anies Baswedan. Yang waktu kita blusukan, ada aspirasi untuk disempurnakan dan dilanjutkan,” ujar Ridwan Kamil.

RK kembali menegaskan, bahwa pasangan RIDO berkomitmen melanjutkan program-program baik peninggalan gubernur Jakarta terdahulu.

“Maka saya sebagai cagub yang udah komit, yang baik-baik di pemimpin sebelumnya akan dilanjutkan, termasuk Magrib Mengaji,” sambungnya.

Program serupa, lanjut dia juga akan diakomodir dan difasilitasi untuk semua agama yang ada di Jakarta. Sehingga keharmonisan beragama tetap berjalan di Jakarta.

“Kita fasilitasi dengan sebuah cara. Agama lain ingin ke tempat suci lain kita fasilitasi. Itulah rasa adil kami yang harus dipahami. Jadi, gubernur Jakarta pastilah kami berdiri di tengah-tengah,” ujar RK. (jr)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Cisauk Salurkan Paket Sembako untuk Mahasiswa Perantau, Wujud Kepedulian HUT Bhayangkara ke-80

22 Juni 2026 - 14:44 WIB

Pengamat Politik : Soal Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode Bisa Ganggu Mimpi Elite Koalisi Jadi Cawapres

22 Juni 2026 - 14:39 WIB

Wamensos Agus Jabo: Saya Gunakan Jabatan untuk Bebaskan Rakyat dari Penindasan

22 Juni 2026 - 12:23 WIB

Sengkarut Pemadaman Listrik, YLKI Desak Presiden Prabowo Turun Tangan

22 Juni 2026 - 12:20 WIB

Dinilai Tak Patut, MataHukum Desak Pencopotan Kepala BGN Nanik S Deyang

22 Juni 2026 - 11:14 WIB

Ketua DPRD Serang Evaluasi Kinerja OPD Terkait Sengkarut TPT dan SiLPA Rp125 Miliar

21 Juni 2026 - 21:51 WIB

Trending di Pemerintahan