Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 14 Agu 2025 14:29 WIB ·

Bupati ‘Ogah’ Dilengserkan


Bupati ‘Ogah’ Dilengserkan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Ribuan warga melakukan aksi demo di depan kantor Bupati Pati, Rabu (13/8). Mereka menuntut Bupati Pati, Sadewo, dilengserkan. Meski begitu, Bupati Pati, Sadewo menolak tuntutan para demonstran untuk mengundurkan diri.

Sejak Rabu (13/08) subuh tadi, warga dari berbagai wilayah mulai memadati kawasan Alun-alun Pati. Beberapa kali terdengar teriakan dari kelompok warga, “Bupati Pati Sudewo harus lengser” yang diikuti seruan bersama.

Sekitar pukul 11.00 WIB, aksi unjuk rasa mulai memanas. Massa mulai melempari barang-barang seperti botol minuman, tiang bendera, hingga sandal ke arah polisi. Aksi itu dilakukan karena massa kecewa Bupati Pati Sudewo maupun perwakilan dari pemerintah kabupaten tidak kunjung menemui pendemo.

Rasa kecewa massa pun tak terbendung. Mereka berusaha masuk dengan mendobrak gerbang kantor Bupati. Melihat massa mulai anarkis, aparat mulai merespons situasi itu dengan menyemprotkan meriam air ke arah pendemo.

Puncaknya, sekitar pukul 12.00 WIB, polisi melepaskan tembakan gas air mata ke kerumunan warga. Mereka lantas berhamburan untuk menghindari gas tersebut. Akibatnya, sejumlah warga, diantaranya perempuan dan anak-anak dilarikan ke rumah sakit.

“Korban luka dalam unjuk rasa dilaporkan mencapai 33 orang. Seluruhnya dirawat di RSUD RAA Soewondo,” tutur Direktur RSUD, Rini Susilowati.

Menurutnya, seluruh korban mengalami luka ringan dan kondisinya sudah stabil.

Seorang warga yang terkena gas air mata, Kartini mengatakan bahwa matanya perih dan  mengalami sesak napas. “Tolong, Pak polisi, jangan pakai gas air mata, mata ini sakit, napas sesak, ya Allah, sesak sekali,” kata Kartini.

“Saya sampai nangis, padahal kena sedikit, gimana kalau banyak?” ucap Kartini.

Perempuan 56 tahun ini berkata telah mendengar “banyak sekali” tembakan gas air mata. Dia meminta polisi menghentikan tembakan itu karena “banyak anak dan perempuan” di tengah kerumuman pengunjuk rasa.

Warga Pati lainnya, Ario Adisaputra, datang bersama beberapa rekannya dengan menumpang truk.

Mengenakan topi caping dan kacamata, pemuda 24 tahun ini mendukung penggulingan Bupati Sudewo dari jabatannya. “Sudewo harus lengser karena tidak mengayomi masyarakat sama sekali. Kami tidak perlu dipimpin orang pekok,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pati, Sudewo menanggapi desakan massa yang memintanya untuk mundur. Namun, politisi Partai Gerindra ini menyatakan tak mau mundur.

“Saya kan dipilih rakyat secara konstitusional dan secara demokratis jadi tidak bisa saya berhenti dengan tuntutan itu, semua ada mekanismenya,” ujar Sudewo, dikutip,  Rabu (13/8).

Ia menyatakan, dirinya menghormati hak angket yang disepakati DPRD Pati. “Itu kan hak angket yang dimiliki DPRD, jadi saya menghormati hak angket tersebut, paripurna tersebut,” ujarnya.

Menurutnya demo hari ini menjadi pembelajaran bagi dirinya. Ia berjanji akan lebih baik lagi dan berharap agar warga Pati menjaga soliditas.

“Ini pembelajaran bagi seluruh masyarakat Pati untuk menjaga soliditas, menjaga kekompakan jangan sampai terprovokasi siapapun. Jadi Pati ini adalah milik semuanya, yang harus menjaga Kabupaten Pati siapa? Ya warga Pati, saya harap ini jadi pembelajaran bagi warga Pati dan untuk saya,” lanjutnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bantah Halangi Wartawan, Oknum Guru di Nias : Saya Justru Ditekan

17 April 2026 - 12:08 WIB

Dampingi Pemkot Tangsel , Kejari Berharap Cegah Pengelolaan Penyimpangan Anggaran

17 April 2026 - 12:06 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Tahan Ketua Ombudsman Hery Susanto

17 April 2026 - 12:02 WIB

MataHukum: KPK Segera Periksa Menag Terkait Karpet Merah Tender Rp121 M

16 April 2026 - 12:18 WIB

UI Serahkan Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual ke Satgas, 16 Mahasiswa Diperiksa

15 April 2026 - 13:58 WIB

Desakan MataHukum: Segera Terbitkan Keppres Wakil Jaksa Agung RI

14 April 2026 - 14:13 WIB

Trending di Hukum