Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Bisnis · 1 Nov 2025 17:57 WIB ·

Wali Nanggroe Terima Dubes Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Aceh–Moskow


Wali Nanggroe Terima Dubes Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Aceh–Moskow Perbesar

BANDA ACEH | Harian Merdeka

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Alhaytar menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov, bersama Sekretaris Kedubes, Mrs. Ekaterina Kuznetsova, di Meuligoe Wali Nanggroe, Sabtu, 1 November 2025. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Paduka Yang Mulia didampingi Staf Khusus DR. M. Raviq, Katibul Wali Abdullah Hasbullah, S.Ag., MSM, serta sejumlah kepala dinas Pemerintah Aceh, di antaranya Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral, Kadis Perhubungan, Kadis Pertanian dan Perkebunan, serta Kadis Pendidikan Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama antara Aceh dan Rusia di berbagai bidang strategis, seperti energi, pendidikan, dan pertanian. Wali Nanggroe menegaskan pentingnya memperkuat hubungan internasional Aceh dengan negara-negara sahabat, khususnya yang memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia. Duta Besar Rusia menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi besar Aceh yang kaya sumber daya alam dan memiliki posisi strategis di jalur perdagangan dunia, Selat Malaka.

Hubungan Aceh dan Rusia sesungguhnya telah berakar dalam sejarah panjang diplomasi internasional. Pada masa Kesultanan Aceh Darussalam, wilayah ini dikenal luas sebagai pusat perniagaan dan kebudayaan di Asia Tenggara. Rusia, yang pada abad ke-19 mulai memperluas pengaruhnya ke kawasan Asia Pasifik, mengenal Aceh sebagai kerajaan yang berdaulat dan disegani. Catatan kolonial Belanda bahkan menyinggung perhatian Rusia terhadap perjuangan Aceh melawan penjajahan, karena melihat Aceh sebagai bangsa yang tangguh dan memiliki jati diri kuat.

Kini, semangat kerja sama itu kembali menemukan ruang baru. Pemerintah Rusia melalui kedutaannya di Jakarta menunjukkan minat menjalin hubungan dengan berbagai daerah potensial di Indonesia, termasuk Aceh. Dengan kekayaan alam, sektor energi yang menjanjikan, serta komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan teknologi, Aceh dipandang sebagai mitra yang layak diperhitungkan.

Lembaga Wali Nanggroe yang dipimpin Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Alhaytar terus memainkan peran penting dalam memperkuat citra dan martabat Aceh di mata dunia. Melalui diplomasi budaya dan dialog internasional, lembaga ini menjadi jembatan yang menghubungkan Aceh dengan komunitas global. Pertemuan antara Wali Nanggroe dan Duta Besar Rusia menjadi langkah penting untuk membuka babak baru kerja sama Aceh–Moskow, demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Aceh di masa depan. [ ]

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Pimpin Taklimat Nasional: Fokus pada Stabilitas dan Keamanan Geopolitik Global

10 Maret 2026 - 13:40 WIB

Bentuk Solidaritas Internasional, PSI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Iran

9 Maret 2026 - 13:11 WIB

Langkah Diplomasi Prabowo: Pakistan dan UEA Beri Sinyal Positif untuk Mediasi Konflik Iran

6 Maret 2026 - 15:38 WIB

Menjawab Spekulasi, PBB Tegaskan Tidak Ada Bukti Iran Mengembangkan Senjata Nuklir

6 Maret 2026 - 15:35 WIB

Menbud Fadli Zon Pastikan Paviliun Indonesia Tampil Memukau di Venice Biennale 2026

6 Maret 2026 - 14:19 WIB

Suarakan Solidaritas, Free Palestine Network Desak Dunia Hentikan Provokasi AS-Israel Terhadap Iran

2 Maret 2026 - 14:14 WIB

Trending di Internasional