TANGSEL | Harian Merdeka
Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendidikan.Kali ini menimpa seorang siswa berinisial MH (13) yang menjadi korban bullying di SMP Negeri 19 Tangerang Selatan akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama sepekan di rumah sakit.
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Agil Sahril menyampaikan bahwa polisi telah mulai melakukan penyelidikan dan membuat laporan informasi atas kasus tersebut. Sampai saat ini baru ada enam saksi telah dimintai keterangan.
Satreskrim Polres Tangsel berinisiatif membuat laporan informasi dalam rangka proses penyelidikan.Penyidik juga telah meminta klarifikasi dari beberapa saksi, ada enam orang termasuk guru pengajar,” kata Agil Sahril saat di hubungi wartawan, Minggu (17/11/2025).
Agil memastikan seluruh proses dilakukan dengan pendampingan dari pihak keluarga korban, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dinas Pendidikan, serta UPTD PPA Kota Tangsel.
Agil menambahkan, Kapolres Tangerang Selatan turut menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya korban.Sia memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini.
” Bapak Kapolres Tangerang Selatan menyampaikan turut berduka cita sedalam dalamnya dan akan menangani perkara itu secara profesional,* jelasnya.
Seperti diketahui sebelumnya,seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di wilayah Kota Tangerang Selatan berinisial MH (13) harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga menjadi korban tindakan kekerasan dan bullying oleh teman sekelasnya.
Diketahui viralnya kasus ini setelah adanya unggahan di media sosial Instagram@seputartangsel.
Peristiwa tersebut terjadi pada 20 Oktober 2025 di lingkungan SMPN 19 Tangerang Selatan, saat jam istirahat berlangsung.
Keterangan dari keluarga korban diduga dipukul menggunakan kursi besi oleh rekannya hingga mengalami luka serius di bagian kepala.
“Adik saya ini jadi korban pemukulan di sekolahnya.Setelah kejadian itu, dia sempat menahan sakit di kepala,tapi baru cerita ke keluarga keesokan harinya karena sudah tidak kuat menahan rasa nyeri,” kata Rizky, pihak keluarga korban, dikutip dari medsos Instagram Info@Seputartangsel, Senin (10/11/2025).
Rizky menyampaikan, korban MH saat ini masih memprihatinkan.Bahkan ia tidak mampu berjalan,tubuhnya lemah, dan penglihatannya mulai terganggu.
“Saat ini Hysam hanya bisa berbaring, sering pingsan, dan sudah tidak mau makan,” ujarnya.
Setelah kejadian, keluarga segera membawa korban ke rumah sakit swasta di kawasan Tangerang Selatan untuk mendapatkan perawatan medis.Namun, hingga kini MH masih belum pulih dan kondisi nyaris Lumpuh akibat luka yang dialami.
Namun, pihak keluarga mengaku belum mendapat tanggapan serius dari pihak sekolah maupun pelaku.
Rizky menjelaskan semula keluarga pelaku sepat bersedia menanggung biaya pengobatan, namun kemudian menarik komitmen tersebut.
“Awalnya mereka bilang siap bantu sampai sembuh, tapi saat ini tidak mau tanggung jawab.Sekolah juga terkesa lepas tangan,” ungkap Rizky.
Kemudian, pihak keluarga korban berharap ada tindaka tegas dari pihak berwenang, baik dari Dinas Pendidikan maupun kepolisian agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali di lingkungan sekolah.(Agus Irawan).







