Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 4 Des 2025 12:42 WIB ·

1.136 Ton Material Terkontaminasi Cesium di Cikande


1.136 Ton Material Terkontaminasi Cesium di Cikande Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut masih ada 1136 ton material yang terkontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Seluruh material terkontiminasi itu tersimpan di dalam interim storage gudang PT PMT.

Di jelaskan Hanif, material terkontaminasi itu disimpan di PT PMT karena diyakini radioaktif berasal dari perusahaan tersebut. “Sampai hari ini material terkontaminasi yang tersimpan di interim storage PT PMT sejumlah 1.136 ton,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (3/12).

Pihaknya telah menyelesaikan proses dekontaminasi pada 12 titik. Namun masih ada satu titik yang belum terselesaikan karena diduga material radioaktif berada di bawah pondasi bangunan rumah.

Ia mengatakan penghuni rumah tersebut telah direlokasi sementara sambil menunggu kajian dari Bapeten dan BRIN mengenai posisi pasti radionuklida tersebut. “Sehingga kami masih memerlukan kajian lebih lanjut kalau memang diperlukan, sepertinya kita mau tidak mau harus mengganti rumah tersebut untuk kita robohkan kalau memang cesium berada di pondasi bangunan yang tidak bisa kita lakukan kontaminasi,” katanya.

Selain itu, Hanif menekankan perlunya tempat penyimpanan dalam jangka panjang. Hal ini mengingat material cesium 137 memiliki umur radioaktif lebih dari 60 tahun, sehingga dibutuhkan fasilitas penyimpanan permanen yang aman.

“Kami mohon dukungan dari Komisi XII untuk kemudian memanggil dan berkoordinasi dengan BRIN maupun Bapeten untuk segera menyampaikan usulan penanganan penyimpanan material terkontaminasi cesium 137,” katanya.

Hanif menambahkan, sejak kasus tersebut muncul, pihaknya telah melakukan pemantauan kendaraan yang keluar-masuk Cikande menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM). Tercatat ada sekitar 71.000 kendaraan yang diperiksa, dan 48 kendaraan terdeteksi terkontaminasi.

“Dan langsung kita lakukan dekontaminasi ini terjadi pada awal-awal hari pada saat kejadian kemudian telah tidak muncul lagi kejadian sejak dua-tiga minggu setelah kejadian,” katanya. (Con)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mengulik Modus GS Menjual Kando Dalam Mengatur Tender di Pertamina

1 Mei 2026 - 21:40 WIB

Dugaan Skandal RSUD Leuwiliang: Inisial AG Jadi Sorotan ‘Pejabat Abadi’

1 Mei 2026 - 18:31 WIB

ICW Bongkar Indikasi Markup Anggaran MBG: Harga Pangan Dimainkan

1 Mei 2026 - 12:38 WIB

Doli Kurnia Setuju Usul KPK: Saatnya RI Punya UU Pembatasan Uang Kartal

30 April 2026 - 19:58 WIB

Dugaan Suap Rp50 Juta, Kasus DPRD Sulbar Seret Nama Rahmat Ichwan

30 April 2026 - 15:58 WIB

Anggaran Video KKP Dinilai Janggal, MataHukum Minta KPK Turun Tangan

29 April 2026 - 11:22 WIB

Trending di Hukum