Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 5 Des 2025 11:53 WIB ·

Kader PDIP “Disemprot” Jangan Alihkan Hutan jadi Kebun dan Tambang


Kader PDIP “Disemprot” Jangan Alihkan Hutan jadi Kebun dan Tambang Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diingatkan agar tidak turut melanggengkan kerusakan alam akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan tambang.

Peringatan ini disampaikan usai banjir besar melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, yang menelan ratusan korban jiwa.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menyampaikan pesan Megawati terkait ancaman monokultur seperti sawit dalam Konferensi Daerah PDIP Kalteng di Palangka Raya, kemarin.

“Jangan mudah alih fungsi hutan, kemudian diubah menjadi sawit, sawit itu tanaman yang paling arogan, dia menghabiskan air, tapi tidak bisa menyerap air,” tutur Djarot dalam sambutannya.

Ia menanggapi pernyataan pejabat negara yang menyamakan sawit dengan pohon lainnya.

“Sama-sama pohon, tapi beda sawit dengan kayu besi, kayu meranti, kelapa, yang beragam, itu beda. Perusahaan-perusahaan sawit itu bukan rakyat yang memiliki, tapi kelompok tertentu,” katanya.

Djarot meminta kader PDIP di Kalteng yang menduduki jabatan penting untuk menjaga kelestarian alam dan menolak praktik perusakan lingkungan.

“Jangan kau babat habis hutan ini, akan hancur semuanya. Hulunya Sungai Kahayan itu di Gunung Mas, hulunya Sungai Barito itu di Murung Raya, jaga semua,” ujar Djarot.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak sembarangan memberi izin alih fungsi hutan.

“Tolong izin-izin itu dijaga betul, jangan mudah alih fungsi, kemudian diubah jadi sawit, dibuka jadi tambang,” ujarnya.

Sebagai partai yang mengaku memperjuangkan wong cilik, Djarot menegaskan pentingnya membela kepentingan publik, bukan kekuasaan semata.

“Sebentar lagi ulang tahun PDIP, Bu Megawati memerintahkan kita untuk tanaman pohon, rawat sungai, rawat sumber-sumber air, karena berpolitik itu menyangkut masalah kehidupan, tak sekadar mencari kekuasaan dan memperkaya diri sendiri,” tegasnya.(tfk/hmi)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

1 Mei 2026 - 20:06 WIB

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Godok Revisi UU Advokat, Kongres Advokat Indonesia : Tidak Ada Lagi Wadah Tunggal

21 April 2026 - 11:49 WIB

Trending di Politik