JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional berada dalam kondisi aman menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi, Senin pagi.
Bahlil menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan dari Direksi Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), pasokan berbagai jenis BBM — termasuk Solar, gasoline RON 90, RON 92, dan Pertamax Turbo — saat ini berada di atas rata-rata normal dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok LPG nasional juga tercatat dalam kondisi stabil dan mencukupi selama periode libur panjang akhir tahun.
“Dengan kondisi stok tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG selama periode Nataru,” ujar Bahlil.
Terkait dengan wilayah yang terdampak bencana, khususnya di Aceh, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah bersama Pertamina terus mengawal distribusi energi. Selama beberapa waktu terakhir, penyaluran BBM dan LPG ke daerah yang sempat terisolasi dilakukan bahkan melalui transportasi udara menggunakan helikopter dan pesawat untuk memastikan pasokan tetap tersedia.
Ia menjelaskan bahwa dalam tiga hingga empat hari terakhir, seiring membaiknya akses darat setelah gangguan infrastruktur, mobil tangki BBM dan LPG mulai dapat masuk ke wilayah seperti Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tengah secara bertahap. Sementara di Aceh Tamiang, dari tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sebelumnya belum sepenuhnya beroperasi, kini seluruhnya telah kembali melayani masyarakat secara normal.
Untuk mengoptimalkan pelayanan kepada publik, Menteri ESDM juga meminta Pertamina Patra Niaga untuk mengoperasikan SPBU secara 24 jam di wilayah-wilayah terdampak, seperti yang telah diterapkan di sejumlah daerah bencana lain di Sumatera, guna menjamin akses energi bagi masyarakat selama periode libur.(Fj)







