Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 6 Jan 2026 16:23 WIB ·

Pengamat Ekonomi Ungkap Tingginya Harga dan Kurangnya Minat Masyarakat Penyebab Daya Beli Motor Listrik Berkurang


Pengamat Ekonomi Ungkap Tingginya Harga dan Kurangnya Minat Masyarakat Penyebab Daya Beli Motor Listrik Berkurang Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pemerintah saat ini terus melakukan upaya untuk menarik perhatian masyarakat dengan melakukan dukungan terhadap motor listrik.

Melihat peluang daya beli motor listrik pada tahun 2026, Pengamat Ekonomi Universitas Trisakti Willy Arafah menilai bahwa daya beli motor listrik masih dipengaruhi oleh harga yang kompetitif, dukungan pemerintah, kesadaran lingkungan, serta pengembangan infrastruktur pengisian dan teknologi baterai yang lebih efisien, sehingga prospeknya terlihat positif.

“Kurangnya peminat motor listrik di Indonesia disebabkan oleh harga yang masih tinggi, infrastruktur pengisian yang belum memadai,” kata Willy Arafah kepada Harian Merdeka, Selasa (6/1/2026).

Willy menjelaskan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat tentang manfaatnya, serta kekhawatiran terkait daya tahan baterai dan biaya perawatan.

Guru Besar Universitas Trisakti ini mengaku pemerintah harus berperan penting dalam mendorong penggunaan motor listrik dengan memberikan insentif.

” Seperti subsidi dan pengurangan pajak, mengembangkan infrastruktur pengisian, serta melaksanakan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaatnya,” ujarnya.

Menurut Willy Arafah, terbatasnya tempat penukaran baterai motor listrik merupakan kendala utama dalam adopsi kendaraan ini.

“Minimnya stasiun penukaran membuat pengguna kesulitan mengisi ulang daya, mengurangi kenyamanan dan kepraktisan,” ucapnya.

Selain itu, kurangnya infrastruktur ini menimbulkan kekhawatiran tentang jarak tempuh dan ketahanan baterai, yang dapat menghambat konsumen beralih dari motor konvensional.

Oleh karena itu, pengembangan jaringan penukaran baterai yang lebih luas dan efisien sangat penting untuk meningkatkan daya tarik motor listrik.

Untuk meningkatkan daya beli motor listrik pada tahun 2026, perlu dilakukan revolusi harga yang kompetitif, dukungan pemerintah yang kuat melalui insentif menarik.

” Pengembangan infrastruktur pengisian yang masif, serta kampanye edukasi yang menggugah kesadaran masyarakat akan manfaat luar biasa motor listrik,” ungkapnya. (Agus).

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis