Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 29 Jan 2026 16:10 WIB ·

Kemdiktisaintek dan BPOM Gas Pol Perkuat Riset Obat Nasional


Kemdiktisaintek dan BPOM Gas Pol Perkuat Riset Obat Nasional Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi nasional di bidang obat, pangan, serta teknologi kesehatan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BPOM, Rabu (28/1).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kemandirian nasional di sektor obat dan industri pangan yang terus berkembang. “Kemandirian kita di bidang obat dan industri makanan yang terus berkembang, menuntut inovasi dan kreativitas dari kita agar kita menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri,” kata Brian dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Brian menyampaikan, kolaborasi Kemdiktisaintek dan BPOM sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menekankan manfaat nyata riset bagi industri dan masyarakat. Melalui MoU tersebut, kedua lembaga memperkuat sinergi lewat skema Academia-Business-Government (ABG), termasuk pemanfaatan laboratorium serta fasilitas pengujian BPOM untuk mendukung riset akademik.

Ia berharap pemanfaatan fasilitas BPOM dapat mempercepat proses penelitian, validasi, dan pengembangan produk inovatif agar memenuhi standar mutu, keamanan, dan regulasi sejak tahap awal riset. Pemerintah juga terus memperkuat dukungan pendanaan riset nasional, termasuk peningkatan anggaran, guna mendorong kualitas riset dan publikasi ilmiah.

Brian turut mengajak pelaku industri terlibat aktif dalam kolaborasi tersebut. Menurutnya, industri berperan sebagai lokomotif hilirisasi agar hasil riset perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk unggulan nasional yang berdaya saing. “Untuk kemandirian industri kita, pemerintah tentu mendukung dan menyokong dari bawah, dari Kemdiktisaintek bersama dengan BPOM siap untuk mengerahkan para peneliti, guru besar untuk melakukan riset, anggaran riset pun kami siap. Jadi, mohon dari industri bisa diarahkan mana produk-produk yang memang membantu kita menuju kemandirian,” tutur Brian.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan kerja sama yang bertepatan dengan momentum 25 tahun BPOM diharapkan menjadi tonggak transformasi pengembangan sains, teknologi, serta obat-obatan inovatif nasional. Ia menilai sinergi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Kemdiktisaintek dan BPOM berkomitmen mengawal implementasi MoU secara berkelanjutan agar riset nasional tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga siap dihilirisasi dan dimanfaatkan industri serta masyarakat luas menuju Indonesia Emas 2045. (tfk)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DSI Pamerkan 300 Drone di PPI Curug, Inspirasi Baru Taruna Aviasi

16 April 2026 - 12:07 WIB

Gelar Program Expert Goes to School, Diskominfo Tangsel Bikin Siswa SMKN 6 Tangsel Siap Hadapi Dunia Digital,

16 April 2026 - 11:51 WIB

Kasek dan Guru SMKN 1 Idanogawo Diperiksa Cabdis Terkait Dugaan Pungli

12 April 2026 - 21:35 WIB

Disebut Kendalikan Pungli Tunjangan Guru di Kepulauan Nias, Siapa Oknum Guru ASN Bermarga Barus?

8 April 2026 - 11:14 WIB

Dugaan Pungli Tunjangan Guru di SMKN 1 Idanogawo, DPRD Sumut Minta Pelaku Diproses Hukum

5 April 2026 - 21:42 WIB

Skandal Dugaan Pungli Dasus di SMKN 1 Idanogawo, Guru Dipalak Lebih Satu Bulan Gaji

3 April 2026 - 11:34 WIB

Trending di Pendidikan