Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 6 Mei 2026 17:54 WIB ·

Lewat PP Tunas,Menkomdigi Meutya Tegaskan Ruang Tumbuh Anak Harus Diambil dari Layar


Lewat PP Tunas,Menkomdigi Meutya Tegaskan Ruang Tumbuh Anak Harus Diambil dari Layar Perbesar

JAKARTA I Harian Merdeka

Pemerintah menegaskan pembatasan akses media sosial bagi anak bukan semata soal larangan, tetapi upaya mengembalikan ruang tumbuh anak—belajar, berinteraksi, dan membangun karakter—yang kian tergerus layar digital.

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam Forum Sahabat Tunas bertema “Cerdas, Sehat, dan Terlindungi” di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Lombok Tengah, NTB, Selasa (5/5/2026).

Melalui PP Tunas, pemerintah membatasi akses anak di bawah 16 tahun pada platform berisiko tinggi. Kebijakan ini hadir di tengah fakta tingginya durasi penggunaan internet remaja dan maraknya risiko, dari penipuan hingga interaksi berbahaya dengan orang asing.

“Bukan internetnya yang dilarang. Yang kita jaga adalah agar masa tumbuh anak tidak diambil alih oleh ruang digital yang belum siap mereka hadapi,” ujar Meutya.

Forum ini tidak hanya berisi dialog, tetapi juga pendekatan edukatif dan kultural. Psikolog Whinda Yustisia memaparkan dampak media sosial terhadap konsentrasi, emosi, dan perilaku remaja. Pendongeng Kak Danang mengajak santri memahami pesan bijak melalui cerita, sementara Syakir Daulay menutup kegiatan dengan mengajak santri bershalawat, memperkuat nilai spiritual sebagai penyeimbang di era digital.

Dalam sesi interaktif, santri juga mengaku pernah mengalami modus penipuan digital, mulai dari hadiah palsu hingga permintaan uang. Pemerintah menilai ini menjadi penguat bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak bisa ditunda.

“Kita ingin anak-anak tetap terkoneksi, tapi tidak kehilangan arah,” tegas Meutya.

Forum Sahabat Tunas menjadi bagian dari gerakan nasional membangun ruang digital yang aman sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki ruang nyata untuk tumbuh—cerdas secara akal, sehat secara sosial, dan kuat secara nilai.(Agus)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Di Tengah Kenaikan Harga Material, Proyek Jalan Tetehosi Afia Tetap Tuntas dan Berkualitas

23 Mei 2026 - 12:02 WIB

Arif Rahman Bahas Ketahanan Pangan Berkelanjutan Bersama Grenpace

23 Mei 2026 - 11:07 WIB

Puji Rekor MURI Pelayanan 100 Jam, HIPMI Bogor: Menyala Bupati Rudy Susmanto

23 Mei 2026 - 10:57 WIB

Kawal Program MBG, Kastaf Dudung Tegaskan Jangan Ada Oknum yang Menjual Titik

21 Mei 2026 - 13:15 WIB

GMNI Jakarta Serahkan Laporan Korupsi KDMP Rp112 Triliun ke Kejagung, Desak Periksa Kementerian Terkait dan Tegaskan Militer Tidak Kebal Hukum

21 Mei 2026 - 10:37 WIB

FWK SOROTI JANJI PRESIDEN DI DPR, BENAHI MBG DAN TINGKATKAN SUBSIDI REDAM KENAIKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK

21 Mei 2026 - 09:41 WIB

Trending di Nasional