Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 8 Jul 2026 10:45 WIB ·

Sebut Wapres Gibran, Bambang Pacul: Urusan Papua Bukan Lagi Komentar Sembarangan


Sebut Wapres Gibran, Bambang Pacul: Urusan Papua Bukan Lagi Komentar Sembarangan Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul meminta publik menanyakan perkembangan situasi keamanan di Papua langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu disampaikan Bambang Pacul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Dasar permintaan itu adalah Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang mengatur peran besar Wakil Presiden dalam urusan Papua.

“Papua kan wilayah otonomi khusus. Pasti diperlakukan secara khusus. Nah, kekhususannya itu sesungguhnya dalam undang-undang sudah ada, itu menjadi tanggung jawab Wapres. Karena kekhususannya, kan gitu loh,” kata Bambang Pacul. Merujuk Pasal 68A Ayat (2) UU Otsus Papua, Wakil Presiden bertindak sebagai Ketua Badan Khusus Percepatan Pembangunan Papua (BK4). Posisi itu bertanggung jawab langsung kepada Presiden dalam sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan otonomi khusus.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan ketentuan tersebut bukan sekadar wacana, melainkan sudah diatur secara legal formal. “Jadi kalau hal-hal kayak begitu, sebaiknya itu ditanyakan kepada Wapres. Undang-undangnya begitu kok bunyinya. Otonominya khusus lagi,” ucapnya. Bambang Pacul juga mengimbau berbagai pihak dan pejabat publik agar tidak terburu-buru mengomentari situasi Papua tanpa data yang valid.

“Jadi apa-apa yang terjadi di sana ya jangan langsung dikomentari. Gitu loh, kalau nanti dikomentari malah bikin konflik pendapat yang tidak produktif,” tandasnya. Situasi Papua belakangan ini kembali memanas akibat rentetan aksi kekerasan kelompok bersenjata. Di Intan Jaya, seorang ibu hamil bernama Melkiana Duwitau beserta bayinya tewas tertembak. Di Kabupaten Yahukimo, kelompok bersenjata membakar pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) dan menembak pilot warga negara asing di Bandara Perintis Balinggama. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sudaryono Ditunjuk Presiden Prabowo Jadi Kepala Badan Gizi Nasional Gantikan Nanik S Deyang

22 Juli 2026 - 14:49 WIB

Kepala BNN RI Apresiasi Hibah Tanah dan Bangunan Pemprov Kalteng untuk Perkuat Pemberantasan Narkoba

22 Juli 2026 - 14:46 WIB

Nanik S Deyang Mundur Dari Kepala BGN

22 Juli 2026 - 14:34 WIB

Arif Rahman Tegaskan Komitmen NasDem Lindungi Hak Masyarakat Adat dalam RUU Kehutanan

21 Juli 2026 - 14:00 WIB

Anggaran Kipas Angin Koperasi Desa Tembus Rp1,8 Triliun, KPK Wanti-Wanti Soal Perencanaan dan HPS

21 Juli 2026 - 10:35 WIB

Pimpinan DPR dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran Perintis, Sufmi Dasco: Prioritas Utama Masyarakat

21 Juli 2026 - 10:15 WIB

Trending di Nasional