Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 13 Mei 2026 11:11 WIB ·

Firman Soebagyo Minta Pemerintah Jamin Stok & Harga Solar Nelayan 30 GT


Firman Soebagyo Minta Pemerintah Jamin Stok & Harga Solar Nelayan 30 GT Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Komisi IV DPR RI menyorot, kondisi nelayan di Pati, Jawa Tengah yang mengeluhkan tingginya harga solar non-subsidi. Para nelayan kapal di atas 30 Gross Tonnage (GT) yang mengeluhkan harga solar menembus Rp30.000 per liter.

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mengatakan, nelayan kapal di atas 30 GT memiliki peran penting. Terutama, dalam menjaga ketahanan pangan pasokan ikan nasional.

“Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret agar nelayan tetap dapat melaut di tengah tingginya biaya operasional. Kalau nelayan berhenti melaut karena BBM mahal, ketahanan pangan sektor perikanan bisa terganggu,” kata politikus Golkar ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Tidak lupa, Firman mengingatkan, kebijakan penyesuaian harga BBM bagi nelayan kapal besar membutuhkan dasar hukum yang jelas. Dasar hukum tersebut, agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

“Disparitas harga solar subsidi dan non-subsidi sangat besar, sehingga rawan diselewengkan. Kalau ditemukan penyalahgunaan, harus ditindak tegas,” ucap Firman.

Jika persoalan ini tidak cepat diselesaikan, ia mengkhawatirkan, mengancam aktivitas penangkapan ikan. Lalu, Firman mengaku, sudah berkomunikasi dengan Kemenko Perekonomian dan Ditjen Perikanan Tangkap KKP terkait kemungkinan penyesuaian harga BBM.

“Saya sudah sampaikan ke Kemenko Perekonomian dan Dirjen Tangkap KKP. Mereka serius mendiskusikan rasionalisasi dan penyesuaian harga BBM untuk nelayan kapal di atas 30 GT,” ujar Firman.

Menurutnya, pemerintah saat ini masih membahas skema terbaik bersama Pertamina, BPH Migas, dan sejumlah instansi terkait. Hasil rapat tersebut belum final dan akan dilanjutkan pada pekan depan.

Sebelumnya diberitakan, perwakilan nelayan Purnomo mengatakan, kapal berukuran 30 GT ke atas membutuhkan ribuan liter solar untuk sekali melaut. Sekali melaut, nelayan bisa menghabiskan uang untuk membeli solar senilai Rp150-300 juta.

“Untuk sekali melaut, kapal 30 GT ke atas butuh 5.000 sampai 10.000 liter solar. Kalau harga Rp30.000 per liter, biaya BBM saja sudah Rp150 juta hingga Rp300 juta,” kata Purnomo.

Biaya tersebut, kata Purnomo, belum termasuk untuk anggaran lainnya. “Ini belum termasuk biaya ABK, perbekalan, dan perawatan kapal, banyak nelayan terpaksa tidak melaut,” ujar Purnomo. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BP Taskin Luncurkan SiTaskin Pesisir di Batam: Sinergi Konkret Entaskan Kemiskinan Nelayan

8 Juli 2026 - 13:55 WIB

Sebut Wapres Gibran, Bambang Pacul: Urusan Papua Bukan Lagi Komentar Sembarangan

8 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bahas Harga Ekspor Listrik Hijau ke Singapura, Menteri ESDM: Harus Saling Menguntungkan

7 Juli 2026 - 16:17 WIB

Asep Wahyuwijaya Bedah Kinerja PTPN III: Dari Masalah Lahan KEK Batang hingga Kerugian SGN

7 Juli 2026 - 11:03 WIB

Sufmi Dasco Klarifikasi Isu PHK TikTok Tokopedia: Bukan 1.250 Orang, Ini Faktanya

7 Juli 2026 - 10:57 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, Kemenhaj Janji Tak Memberatkan Jemaah

6 Juli 2026 - 14:39 WIB

Trending di Nasional