GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka
Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Nias, Sumatera Utara, mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) I yang direncanakan digelar dalam waktu dekat.
Persiapan itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) panitia pelaksana Musda I oleh Ketua SMSI Kepulauan Nias, Suarman Telaumbanua, kepada ketua panitia terpilih, Rabu (13/5/2026).
Dalam struktur kepanitiaan tersebut, Agust Zega dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana Musda. Ia dinilai memiliki perhatian terhadap pengembangan organisasi SMSI di Kepulauan Nias serta dikenal dekat dengan kalangan jurnalis.
Sementara posisi sekretaris diisi oleh Notatema Ziliwu, sedangkan Kurniaman Zendrato bertindak sebagai bendahara secara ex officio.
Suarman mengatakan, pembentukan panitia menjadi langkah awal untuk mempersiapkan agenda pemilihan kepengurusan baru SMSI Kepulauan Nias periode mendatang. Selain agenda organisasi, Musda juga direncanakan dirangkaikan dengan seminar atau pelatihan jurnalistik sehari penuh guna meningkatkan kapasitas wartawan di daerah.
“Musda ini bukan hanya agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum memperkuat kapasitas dan kualitas jurnalis di Kepulauan Nias,” kata Suarman.
Ia mengakui penyelenggaraan Musda membutuhkan dukungan anggaran dan kerja sama banyak pihak. Karena itu, ia berharap seluruh anggota dan pengurus SMSI dapat bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami berharap ada sinergi dan kolaborasi dari seluruh stakeholder agar pelaksanaan Musda berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Suarman, keberadaan SMSI Kepulauan Nias hingga saat ini tidak lepas dari kekompakan para anggota sejak awal organisasi dibentuk. Karena itu, ia mengingatkan agar semangat kebersamaan tetap dijaga demi menjaga keberlangsungan organisasi.
“SMSI bisa berdiri dan bertahan sampai sekarang karena kerja keras dan solidaritas teman-teman anggota. Jangan sampai organisasi ini vakum karena itu akan membuat perjuangan yang sudah dibangun menjadi sia-sia,” katanya.
Menjelang pelaksanaan Musda, ia juga mengajak seluruh anggota menjaga persatuan di tengah dinamika organisasi, termasuk munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut akan maju sebagai calon ketua.
Menurut dia, munculnya beberapa kandidat merupakan hal positif dalam proses demokrasi organisasi. Namun keputusan akhir tetap berada di forum Musda sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di tubuh organisasi.
Saat ditanya mengenai kemungkinan kembali maju sebagai ketua untuk periode kedua, Suarman mengaku belum memiliki keinginan ke arah tersebut.
“Saya sudah punya pengalaman di organisasi ini, tetapi untuk saat ini belum terpikir maju lagi sebagai ketua periode kedua. Yang paling penting adalah Musda terlaksana dengan baik dan demokratis, sehingga forum nantinya menentukan siapa yang layak memimpin SMSI Kepulauan Nias ke depan,” ucapnya. (Adi)







