Jerman | Harian Merdeka
Pemain tengah berbakat Kroasia, Luka Modric, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Eropa setelah mencetak gol yang memukau ke gawang Italia dalam pertandingan terakhir grup B, yang berakhir imbang 1-1 di Red Bull Arena, Leipzig, Selasa dini hari WIB tadi.
Modric, yang saat ini berusia 38 tahun 289 hari, mengukir sejarah dengan golnya yang sangat penting bagi Vatreni. Gol ini terjadi setelah ia memanfaatkan sundulan rekan setimnya, Ante Budimir, yang ditepis oleh Gianluigi Donnarumma, kiper Italia.
Pencapaian Modric ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Ivica Vastic, yang mencetak gol pada usia 38 tahun 257 hari untuk Austria di Euro 2008. Prestasi ini menunjukkan keunggulan dan ketangguhan Modric di level kompetisi tinggi, menjadikannya salah satu pemain veteran yang masih sangat berpengaruh di kancah internasional.
Meskipun demikian, rekor ini masih bisa terancam oleh beberapa pemain lain yang juga telah menunjukkan performa luar biasa di usia yang lebih tua, seperti Cristiano Ronaldo dari Portugal. Ronaldo, yang saat ini berusia 39 tahun, tetap menjadi salah satu pencetak gol tertua dalam sejarah Euro, menunjukkan bahwa dedikasi dan kualitas tetap menjadi faktor penentu di panggung besar sepakbola Eropa.
Pertandingan dan gol ini tidak hanya memperkaya sejarah Piala Eropa, tetapi juga mengukuhkan posisi Modric sebagai salah satu ikon dalam sepakbola Kroasia dan di level internasional. Publik sepakbola dunia pun memberikan penghormatan atas prestasinya yang gemilang ini.
Sebagai pemain dengan lima Ballon d’Or, Cristiano Ronaldo juga tetap menjadi sorotan utama dengan kontribusinya yang konsisten bagi timnas Portugal. Namun, malam ini adalah milik Luka Modric, yang dengan penuh kebanggaan dan dedikasi, mencatatkan namanya dalam buku-buku sejarah olahraga dengan gol yang tak terlupakan. (bs)







